BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Doa TGB, Pidato Jokowi dan Harapan Masa Depan Untuk NTB di Hari Kemerdekaan

Bendera Kertas
Bendera Kertas

kicknews.today Mataram – Selaku Inspektur Upacara HUT RI ke-71, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, meminta Doa supaya terhindar dari perselisihan, perpecahan dan permusuhan. Disamping itu, ingin supaya mampu mengendalikan diri serta sanggup dan rela berkorban untuk selalu menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. “Janganlah Engkau jadikan kebhinekaan kami sebagai hambatan bagi ketunggal-ikaan kami,” doa orang nomor satu di NTB, saat memimpin Upaca HUT RI ke-71 di lapagan Bumi Gora, Rabu (17/8).


Membacakan sambutan Presiden RI, Joko Widodo, bahwa di usia yang ke-71 tahun, Republik Indonesia makin dewasa. Sebagai bangsa merdeka, berjuta pulau berjejer dari sabang sampai marauke, laksana zamrud khatulistiwa bersatu padu mengokohkan negara kesatuan republik indonesia. ratusan juta penduduk dengan beragam etnis dan budaya yang mendiaminya, terus berbenah mengisi ruang-ruang pembangunan diseluruh bidang menuju masyarakat adil dan makmur.

“Ditengah kehidupan global yang makin terbuka dan kompetitip, bangsa indonesia terus berupaya membangun kemandirian dan memperjuangkan tata hubungan internasional yang saling menguntungkan untuk menjaga eksistensi indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” bacanya.

Tidak sedikit pula tantangan dari dalam maupun luar negeri yang harus dihadapi, semuanya membutuhkan semangat nilai-nilai perjuangan sebagaimana telah diwariskan oleh para pahlawan bangsa.

“Oleh karena itu, dimomentum HUT ini hendaknya dimaknai bukan sebagai acara seremonial saja, namun sebagai wahana menyegarkan dan mengokohkan kembali semangat juang kita bersama dalam mengisi kemerdekaan berlandaskan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kusuma bangsa,” jelasnya.

Dalam nilai perjuangan itu terkandung nilai keimanan, kesabaran, persatuan, optimisme, keberanian dan sebagainya yang semuanya itu sangat berguna bagi bangsa kita menapaki pembangunan di masa kini dan masa-masa mendatang.

Dia menjelaskan, perjuangan belum usai, kemerdekaan bukanlah akhir, tetapi awal dari perjuangan baru yang lebih sulit. tidak saja melawan masalah dari luar tapi juga masalah dari dalam negeri melawan kemiskinan dan sebagainya.

Presiden Soekarno pernah berkata perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri

“Oleh sebab itu, marilah terus berjuang membangun bangsa dan daerah Nusa Tenggara Barat yang sama-sama kita cintai,” ajaknya.

Bekerja nyata dengan segala kesungguhan hati sesuai peran yang kita emban masing-masing adalah jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi kini dan di masa yang akan datang. Bahu membahu, berani berkorban, sabar dan istikomah dalam memperjuangkan sesuatu yang baik serta sabar dan tawakkal kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah nilai-nilai yang terus digelorakan oleh para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Pesan TGB, setelah 71 tahun yang lalu proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di bacakan pada hari Jum’at pukul 10.00 pagi waktu Jakarta, hendaknya semangat itu pula terus terpatri dalam jiwa, menyinari setiap langkah dan ikhtiar kita membangun bangsa Indonesia serta daerah Nusa Tenggara Barat yang maju.

Sebagai warga negara Indonesia yang kini hidup di alam kemerdekaan, sudah sepatutnya mengabadikan diri dengan bekerja nyata sesuai peran kita masing-masing, belajar dengan sebaik-baiknya bagi para siswa/siswi dan mahasiswa/mahasiswi sebagai bentuk penghargaan kita atas jasa-jasa para pahlawan bangsa serta wujud kecintaan kita kepada nusa bangsa dan daerah.

“Jadikan momentum ini sebagai rasa syukur kita,” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Sumatera Utara Belajar dari NTB Untuk Sukses jadi Penyelenggara MTQ Nasional

  Mataram – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belajar dari Nusa Tenggara Barat untuk bisa sukses ...