Jadilah yang Pertama Tau

Asrama Mahasiswa Lobar di Mataram Belum Bisa Dihuni

asrama mahasiswa lobar di lawata gomong kota mataram yang masih belum termanfaatkan
asrama mahasiswa lobar di lawata gomong kota mataram yang masih belum termanfaatkan

kicknews.today Lombok Barat – Mahasiswa Lombok Barat mengeluhkan bangunan asrama yang dinilai mangkrak sejak selesai dibangun tahun 2013 lalu. Padahal dana untuk membangun asrama dalam tiga tahap ini mencapai miliarah rupiah. Sampai saat ini mahasiswa belum bisa menempati karena persoalan teknis dengan masyarakat. Pemda dinilai lamban menyelesaikan masalah ini sehingga Asrama tersebut seolah terabaikan.

Pembina sekaligus mantan Ketua Umum Front Mahasiswa Lombok Barat Fahrizal Iqrom menyatakan, berdirinya bangunan berlantai tiga itu berkat perjuangan mahasiswa Lobar yang ingin mendapatkan pelayanan asrama. Mahasiswa memperjuangkannya sejak tahun 2009, sehingga Pemda membangun pada tahun 2010 lalu. Pembangunan asrama ini berlanjut selama tiga tahun (2010-2013) dengan memakan anggaran miliaran rupiah.

“Sampai sekarang bangunan asrama megah itu tidak bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, kenapa pemda ini lamban mempertanyakan. Bahkan ketika itu, sempat mahasiswa menempati asrama itu selama seminggu namun diusir oleh masyarakat, lantaran tak diizinkan. Hal ini katanya sangat ironis, membangun asrama yang ditolak oleh masyarakat.” paparnya kepada wartawan Senin (15/8).

Kadis Dikbud Lobar, H Ilham, M.Pd membenarkan Pemda menganggarkan untuk pembangunan asrama itu beberapa tahap, mulai tahun 2011 hingga tahun 2013 selesai dibangun. Namun setelah selesai dibangun, ada kendala lapangan sehingga warga menghentikan pembangunan asrama tersebut.

Memang saat itu Pemda sulit memperoleh izin membangun karena tidak ada persetujuan dari masyarakat sekitar. Dasar Penolakan masyarakat ini karena yang dibangun adalah asrama, sehingga untuk dapat menerbitkan IMB, persetujuan masyarakat juga diperlukan. Karena itu dikeluarkan kebijakan, dialihkan dari asrama menjadi mes Lobar (rumah dinas Pemda). Sehingga masyarakat pun mengizinkan.

Setelah selesai dibangun, bangunan ini sempat ditempati oleh mahasiswa namun ada penolakan dari warga sehingga mereka diminta keluar dari asrama. Selaku Kadis Dikbud, ia pernah melakukan negosiasi semenjak tahun 2015 lalu dengan melakukan pendekatan ke masyarakat sekitar yang masih menolak.

“Kami akan turun kembali bersama adik-adik mahasiswa dan akan bertemu ketua RT untuk pendekatan, bernegosisasi dengan masyarakat sekitar supaya dapat diterima, ini merupakan langkah ataupun solusi yang akan kami tempuh, sebagai bentuk perjuangan dan kepedulian terhadap mahasiswa Lobar. ”tandasnya. (Aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat