BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Anggaran Jangan Lama Disimpan, Biar Bermanfaat Bagi Masyarakat

ilustrasi
ilustrasi
Ilustrasi uang
Ilustrasi uang

kicknews.today Mataram – Anggota Komisi XI DPR RI H Wilgo Zainar mengingatkan kepada semua pemerintah daerah agar tidak terlalu lama menyimpan anggaran baik di kas daerah maupun di bank, karena anggaran itu dapat menstimulus perekonomian.

“Idealnya memang anggaran yang bersumber baik dari APBD maupun APBN harus segera terserap agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (11/8).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi sistem manajemen keuangan yang diterapkan di Pemerintah Kota Mataram yang menyimpan atau mendepositokan dana APBD maupun APBN dengan alasan anggaran itu ditransfer pada awal tahun, sementara pemakaian belanja masih minim.

Dari deposito itu, pemerintah kota mendapatkan bunga hingga sekitar Rp7-9 miliar yang menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Politikus Partai Gerindra Dapil NTB yang ditemui seusai menghadiri kegiatan penyerahan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi di Kota Mataram dari PT HM Samporena Tbk di Mataram, Selasa (9/8) menilai, manajemen seperti itu sah-sah saja.

“Tetapi jika belum direalisasikan, berarti masyarakat belum bisa memanfaatkan anggaran itu,” katanya.

Terkait dengan itu, ke depan pemerintah daerah harus memiliki regulasi yang mengatur batas waktu penyimpanan anggaran di kas daerah dan perbankan.

Pasalnya, kata dia, walaupun dana itu mendapatkan bunga dari deposito, tetapi itu tidak memberikan insentif kepada masyarakat, apakah untuk fasilitas umum, infastruktur ataupun belanja-belanja lainnya.

Dia mengakui, kondisi ini menjadi salah satu manajemen pemerintahan karena anggaran ditransfer pada awal tahun.

Tetapi, sambungnya, pemerintah daerah juga memiliki kewajiban dalam mempercepat realisasi anggaran, meskipun dipahami dalam pelaksanaan anggaran harus melalui proses tender dan lainnya.

“Saya kira ini menjadi salah satu bagian yang perlu dievaluasi dan intinya jangan terlalu lama menyimpan anggaran di kas daerah atau di bank,” katanya.

Sementara terkait dengan PAD yang bersumber dari deposito APBD maupun APBN harus direncanakan bersama-sama karena uang itu harus kembali kepada masyarakat.

Artinya, uang diambil dari masyarakat untuk meningkatkan PAD-nya, dan PAD itu harus kembali ke masyarakat dalam bentuk program peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peruntukannya pun harus dengan kesepakatan antara pemerintah daerah dengan DPRD, agar pemanfaatannya jelas, transparan, akuntabel dan memiliki target capaian.

“Jika salah penggunaan dan pemanfaatan bisa jadi masalah temuan indikasi yang tidak positif terhadap pihak pengguna anggaran,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Walikota Mataram Sesalkan Rendahnya Serapan Anggaran

  Mataram – Selama empat bulan terakhir serapan anggaran keuangan maupun fisik pada Pemkot Mataram ...