BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tembakau Virginia Lombok Diprediksi Bakal Anjlok, Eksekutif-Legislatif Adu Argumen

salah seorang petani di wilayah lombok tengah selatan sedang merawat tanaman tembakaunya.
salah seorang petani di wilayah lombok tengah selatan sedang merawat tanaman tembakaunya.

kicknews.today Mataram – Kualitas produksi tembakau Virginia asal Lombok untuk panen tahun ini diprediksi bakal anjlok. Kondisi itu dipicu dampak kemarau basah akibat badai La Nina yang kini terjadi di semua wilayah Indonesia termasuk di NTB, yang akan berdampak pada tidak melebarnya daun tembakau.

“Hasil pantauan kami diwilayah selatan Lombok Timur, pertunbuhan daun tidak merata, kalau dalam persentase mencapai 50 persen terancam gagal panen,” ungkap salah seorang Anggota Komisi II DPRD NTB, H. Burhanudin.

Menurutnya, jika pertumbuhan tidak merata, maka perusahaan mitra, dipastikan tidak akan membeli hasil panen petani dan tentunya akan merugikan petani. Disatu sisi petani sudah mengeluarkan banyak biaya mulai dari awal pembudidayaan tanaman.

Politisi PBB daerah pemilihan Lombok Timur itu mengatakan dari hasil pantuannya, hampir seluruh petani di wilayah Pulau Lombok telah memanen tembakau mereka. Justru mitra petani seperti perusahaan belum membeli hasil panen tembakau itu.

“Mereka pada saling intip. Disinilah dilemanya petani kita akibat faktor cuaca kemarau basah seperti saat ini,” kata Burhanudin.

Karenanya ia mendesak, Pemprov NTB dan empat pemda di Pulau Lombok yakni, Pemkab Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan KLU, perlu mendorong agar perusahaan tembakau membeli hasil produksi para petani tembakau baik yang berkualitas jelek, sedang maupun baik.

“Kita harus membela petani tembakau. Ini fakta yang bukan karena faktor petani, tapi lebih pada kondisi alam yang memang tak menentu saat ini,” tegasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi NTB, Budi Subagiyo membantah perusahaan belum membeli hasil panen tembakau petani, karena petani merupakan mitra usaha mereka. Menurutnya, pembelian tembakau tergantung dari kualitas berstandar perusahaan, termasuk harga.

“Kami optimis kok perusahaan akan membeli hasil panen tembakau itu,” ujarnya.

Mengenai pernyataan salah seorang anggota Dewan tentang bakal terancam terjadinya gagal panen dibeberapa daerah. Budi menegaskan agar penilaian itu jangan hanya mereferensi pada yang di Kota Mataram saja. Melainkan harus turun kelapangan agar tidak asal sebut.

“Suruh yang ngomong turun kelapangan terutama wilayah selatan Lombok Timur,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Terpesona Pada Mandalika Lombok Emir Qatar mau Investasi, Jokowi Tahan Harga

kicknews.today – Presiden Joko Widodo mengatakan Emir Qatar Syah Tamim tertarik menanamkan modal di Kawasan ...