BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kasihan… Tiga Bocah Ini Ditinggal Rombongan Pendemo Depan Polda NTB

Tiga santri Ponpes peserta demo yang ditinggal rombongan
Tiga santri Ponpes peserta demo yang ditinggal rombongan

kicknews.today Mataram – Ahmad, Hafiz dan adiknya berlari sebisanya di jalan Langko, depan Kejaksaaan Negeri Mataram, Kamis (11/8) pukul 14.10 Wita tadi.

Tampak Wajah mereka pucat, nafas ngos ngosan. Mereka mengejar puluhan truck yang memuat rombongan demonstran dari Lombok Timur. Mereka sebenarya bagian dari demonstran Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh), asal Lombok Timur.

Tapi ketiganya yang masih sekolah di Ponpes Syekh Zainuddin ini tertinggal, ketika demonstran bubar sekitar Pukul 14.00 Wita. Kelelahan mengejar iring iringan truck yang entah sudah sampai mana, Hafiz dkk. Kebingungan.

Mataram masih asing bagi mereka. Uang sepeserpun tidak ada di kantong. Hanya modal handphone. Ahmad berusaha menelpon temannya yang ada dalam salah satu truk, dengan maksud agar mengingatkan sopir supaya bisa kembal. Tapi tidak ada pengaruh. Rombongan tetap joss ke Lombok Timur. Mereka pun balik arah, jalan kaki tertunduk dan kebingungan. Yang bisa dilakukan, hanya duduk termangu di trotoar depan Kejati NTB.

“Tadi saya sama teman teman ini cari buat makan, karena lapar belum sarapan,” tutur Ahmad, bercerita hal yang dilakukan sebelum terpisah dari rombongan. Selesai makan, mereka balik ke titik kumpul demonstran di depan Mapolda NTB. Demo tentang tuntutan Kapolda mengusut SK organisasi Islam NW versi Pancor yang diterbitkan atasannya TGH. Zainul Majdi, MA, tokoh NW Pancor.

Rupanya rombongan demo yang dipimpin Ahmad Fihirudin itu tak mengetahui ada yang tertinggal.

Saking bingungnya, mereka bertiga berjalan ke Polda NTB, mendekat ke pos penjagaan timur bermaksud minta bantuan. Bukannya dibantu, mereka malah diinterogasi.

“Kamu ngapain ikut ikutan demo. Berapa kamu dibayar?,” kata Ahmad menirukan kalimat petugas yang jaga, tapi tak sempat mencatat namannya. Katanya, petugas yang jaga tersebut sempat menawari untuk mengantarnya, tapi rasa takut setelah diinterogasi menghantui mereka.

Mereka pun keluar dengan lesu dan kembali duduk di depan Kejati NTB. Pukul 15.20 Wita, setelah lelah menghubungi kesana kemari, akhirnya mereka diminta ke arah Ampenan. “Ada keluarga tadi yang telpon di Sukaraja. Kita mau ke sana,” kata Hafiz lega, meskipun tidak tahu kapan mereka bisa pulang ke rumahnya di Lotim. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Polda NTB Wanti-wanti Insiden Presiden Jalan Kaki di HUT TNI Tak Terulang

  kicknews.today – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mewanti-wanti kepada seluruh jajaran yang bertugas mengamankan ...