BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

1,5 M Dana di PU Mataram “Mangkrak” Akibat Masalah Lahan

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura menyebutkan, pelaksanaan program sanitasi komunal di kota ini terkendala lahan.

“Banyak titik yang kita nilai penting untuk dibangun sanitasi komunal, namun tidak bisa terlaksana karena terkendala lahan,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/8).

Mahmuddin menyebutkan, program pembangunan sanitasi melalui pembangunan MCK (mandi, cuci, kakus) komunal merupakan salah satu program unggulan 100-0-100 (seratus kosong seratus).

Program 100-0-100 adalah, 100 persen penyediaan sanitasi, nol pesen rumah tidak layak huni dan 100 persen penyediaan air bersih.

“Karena itulah, pemerintah telah memberikan anggaran ke daerah untuk mendukung program tersebut,” katanya.

Menurutnya, untuk di Kota Mataram tahun ini mendapatkan anggaran dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur publik daerah (IPD) untuk program sanitasi komunal sebesar Rp1,5 miliar.

“Anggaran Rp1,5 miliar ini untuk membangun 14 unit toliet atau MCK komunal, namun hingga kini belum ada satupun yang terbagun,” katanya.

Terkait dengan itu, program sanitasi komunal yang seharusnya diarahkan pada fasilitas umum di tingkat lingkungan, akan diarahkan ke fasilitas umum seperti di Masjid, ruang terbuka hijau, dan taman-taman kota atau fasilitas umum lainnya yang lahan sudah tersedia.

Mahmuddin mengakui, sebenarnya beberapa kawasan padat penduduk sangat cocok menjadi sasaran pembangunan MCK komunal.

Kawasan padat penduduk yang dimaksud antara lain, di Kelurahan Dasan Agung, Gomong, Monjok, Sekarbela, termasuk sejumlah kelurahan di pinggir pantai.

“Sayangnya, kita tidak memiliki lahan sementara masyarakat tidak mau lahannya menjadi tempat pembangunan MCK komunal,” katanya.

Berbeda dengan kawasan pinggir pantai, di kawasan ini pemerintah memiliki lahan, akan tetapi air bawah tanahnya terlalu dangkal sehingga tidak bisa digali untuk “septic tank” (sumur tinja).

“Apalagi di Kelurahan Banjar, baru digali setengah meter, air bawah tanahnya sudah keluar, ini juga menjadi kendala pelaksanaan program sanitasi komunal,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Pemkot Mataram Buat Pola Penanganan Antisipasi Banjir

  kicknews.today – Pemerintah Kota Mataram telah membuat pola penanganan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di ...