BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Anak Ampenan Raih Penghargaan Film Pendek Terbaik di Taiwan

Mufid ditengah pemegang Penghargaan

kicknews.today Mataram – Sebuah prestasi luar biasa membanggakan, bukan hanya untuk Ampenan, Mataram, Lombok, ataupun NTB. Negara pun ikut sumringah tersenyum menyaksikan perolehan yang diraih seorang mahasiswa yang tidak hanya menuntut ilmu, namun juga berkarya fenomenal di negeri rantau, Taiwan itu.

Mufid Salim, putra dari pasangan Bapak Edy Susilo dan Ibu Nurhidayah tersebut mengukir prestasi dengan memenangi penghargaan The 2nd Immigrant and Migrant Short Film Awards untuk kategori Film Pendek Terbaik, di Museum Nasional Taiwan, Minggu (31/7). Selain itu, dia juga baru saja menyelesaikan gelar Masternya di salah satu universitas di sana.

Bukan perkara mudah meraih penghargaan di ajang bergengsi berskala nasional di negeri orang, tempat yang di juluki juga negeri nan sunyi itu.

Film berjudul “The Decision” yang mengisahkan tentang seorang ibu yang patah hati karena terpaksa harus berpisah dengan anak dan suami tercinta untuk meraih mimpinya ini dibuat oleh tim yang beranggotakan Mohammad Ayub Angga Direja, Mufid Salim, dan Fahnurrieski Hidayat Tawaqal, di bawah nama nyale Project.

Mereka menjelaskan bahwa kata nyale diambil dari nama sejenis cacing laut yang melegenda di pulau asal Mufid, Lombok-Indonesia. Sebuah pulau eksotik yang dikenal juga dengan sebutan seribu masjid.

“Kami ingin menginspirasi lebih banyak orang yang ingin meraih mimpi” kata Mufid melalui pesan whatsap yang dikirimnya kepada kicknews.today.

Untuk diketahui, The 2nd Immigrant and Migrant Short Film Awards menyelenggarakan penganugerahan yang dilaksanakan di Musem Nasional Taiwan, dengan menghadirkan berbagai film pendek, yang bercerita tentang kehidupan buruh migran, serta memperkenalkan kekhasan dan Taiwan dari sudut pandang orang asing.

Menurut Hsu Jui hsi, Direktur Global Worker’s Organization(GWO), untuk mendorong masyarakat Asia Tenggara menyampaikan hak serta menarik perhatian publik atas kondisi mereka, GWO meluncurkan Immigrant and Migrant Short Film Awards tahun 2015, dan selanjutnya tahun ini, menyelenggarakan lokakarya pelatihan jurnalis gratis di Taichung, Yunlin dan Kaohsiung, dengan hasil tidak hanya mendorong masuknya buruh dari Taiwan Tengah dan Selatan, namun juga menyangkut kualitas film yang dilombakan.

Patut diketahui juga, film ini berbahasa Indonesia lho… Yuk nonton…

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Tak Punya Bukit dan Pantai Indah, Ini Cara Mataram Pikat Wisatawan

  Mataram – Kondisi Kota Mataram tak memiliki gunung, bukit, atau pantai yang menawan seperti ...