Jadilah yang Pertama Tau

Wagub Minta Bunga Kredit Usaha Rakyat Turun

Ketua rombongan komisi XI DPRRI H. Supriyanto dan Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin
Ketua rombongan komisi XI DPRRI H. Supriyanto dan Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin

kicknews.today Mataram – Salah satu hal yang menjadi permintaan Pemerintah Provinsi NTB guna mempercepat akselerasi peningkatan perekonomian masyarakat. Adalah diturunkannya nilai bunga pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Permintaan itu disampaikan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin kepada rombongan Komisi XI DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB. (3/8) Wagub memberikan masukan kepada anggota Komisi XI DPR RI untuk penurunan bunga KUR dari 9% menjadi 7%, dan untuk mempermudah persyaratan dari akses permodalan atau fasilitas kredit bagi pelaku usaha.

“Bagi kami di daerah hal tersebut adalah yang paling diharapkan,” Ungkap Wagub. Dia juga berharap kunjungan ini membawa makna tersendiri bagi pemerintah dan rakyat di Provinsi NTB. Kunjungan ini sangat strategis karena bertepatan dengan penyelenggaraan MTQN XXVI.

“Kami sedang mengembangkan sektor pariwisata dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya. Ia juga berharap peningkatan pertumbuhan ekonomi diiringi oleh tingkat kesejahteraan masyarakat dan penurunan kemiskinan.

Jadi, peningkatan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Beberapa kebijakan nasional mempengaruhi dalam upaya penurunan kemiskinan. Dengan kata lain, inflasi yang terjadi di daerah disebabkan oleh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Oleh karena itu, sinkronisasi kebijakan dan program antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah menjadi sangat penting.

Sementara pimpinan rombongan Ir. H. Supriyatno menyampaikan maksud kunjungan dalam rangka mendapatkan data dan informasi terkini, serta mengetahui gambaran yang lebih jelas tentang pelaksanaan tugas pemerintah daerah dan instansi­instansi pemerintah pusat yang ada di daerah, serta permasalahan­-permasalahan yang dihadapi.

“Nantinya masukan tersebut akan kami teruskan ke dalam rapat­rapat kerja dengan Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional,” Ungkapnya.

Lebih lanjut H. Supriyanto menyampaikan penilaian tentang Pertumbuhan ekonomi provinsi NTB pada triwulan pertama tahun 2016 lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi NTB triwulan pertama tahun 2016 tumbuh melambat sebesar 9,97% year on year, jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 11,98% year on year. Perlambatan ekonomi Provinsi NTB juga disebabkan oleh sektor pertanian yang tumbuh negative sebagai dampak mundurnya musim panen.

Namun, pertumbuhan ekonomi non tambang pada triwulan pertama tahun 2016 mengalami peningkatan, karena menguatnya sektor perdagangan dan sektor­sektor ekonomi penunjang pariwisata. Hal ini diakibatkan oleh tren sektor pertambangan yang terus menurun, seiring terbatasnya kuota ekspor hasil tambang,” Pungkasnya. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat