Sumatra Barat Belajar Konsep Wisata Halal Dari NTB

ilustrasi wisata halal NTB
ilustrasi wisata halal NTB

kicknews.today Padang, – Sumatera Barat (Sumbar) harus belajar lebih banyak pada Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam penerapan konsep wisata halal, karena provinsi itu telah lebih dulu menerapkan konsep serupa.

“Kami pelajari semua, dari NTB juga dari daerah lain seperti Bali agar wisata Sumbar bisa berkembang,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Senin (1/8).

Ia sebelumnya telah meninjau langsung perkembangan dan penerapan wisata halal di NTB, sambil memberikan dorongan moral pada kafilah Sumbar yang berlaga pada MTQ Nasional di Mataram, NTB.

Ia menambahkan, perbedaan yang nyata antara Sumbar dan NTB adalah terkait penerimaan masyarakat terhadap kebiasaan wisatawan yang datang, terutama wisatawan asing.

Di NTB yang telah menerapkan konsep wisata halal, sangat banyak turis asing yang datang. Mereka berenang dan berjemur di pantai menggunakan bikini, karena begitu kebiasaannnya. Hal itu tidak menjadi polemik bagi warga NTB. Tetapi menjadi persoalan besar di Padang, Sumbar.

“Waktu ada turis yang berjemur di pantai padang beberapa waktu lalu, masyarakat Sumbar, terutama dalam media sosial menjadi heboh. Ini membuktikan masyarakat belum siap mengembangkan pariwisata,” ujarnya.

Ia mengemukakan, untuk bisa mengembangkan wisata di Sumbar, pemerintah bersama pelaku usaha pariwisata harus bisa memberikan pemahaman pada masyarakat terkait besarnya pengaruh pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga masyarakat bisa menerima perbedaan kebiasaan dengan turis yang datang.

“Untuk itu mungkin bisa dilakukan dengan pembatasan area. Misalnya untuk turis yang mau berenang dan berjemur disediakan pulau-pulau tertentu,” sebutnya.

Menurutnya cara ini juga dilakukan di NTB yang mengarahkan turis ke Pantai Senggigi atau Gili Trawangan.

Setelah masyarakat bisa menerima, menurut Nasrul, maka bisa dibuat destinasi wisata dan iven-iven penunjang pada masing-masing kabupaten dan kota di Sumbar.

“Kami pastikan destinasi dan iven itu tidak sama antara masing-masing daerah,” ujarnya.

Kalau hal itu bisa tercapai, maka pemerintah bisa mengelola setiap iven agar tidak bersamaan waktunya, sehingga sepanjang tahun, wisatawan tetap bisa berkunjung ke Sumbar.

“Kami berharap, hal ini benar-benar bisa terealisasikan dalam waktu dekat,” sebutnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat