Jadilah yang Pertama Tau

Mataram Water Park Belum Dilupakan

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, kembali menawarkan pengelolaan sarana wisata air “Mataram Water Park” di Jalan Udayana kepada investor agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

“Tahun ini sudah harus ada kepastian investor yang mau mengelola ‘Mataram Water Park’ (MWP), agar aset tersebut bisa segera dimanfaatkan,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Sabtu (30/7).

Ia mengakui, selama ini investor yang ingin mengelola MWP hanya “come and go” saja, tidak ada yang secara konkret serius terhadap peluang investasi itu.

“Karena itu, peluang tersebut masih kita buka karena kita percaya jika ada investor yang sungguh-sungguh mau mengeloa itu, MWP akan terkelola secara masimal,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, jika hingga akhir tahun ini tidak ada investor yang berminat mengelola MWP, tahun 2017 pemerintah kota harus memikirkan hal itu untuk bisa mengalokasikan anggaran sesuai kemampuan daerah.

Dikatakan, MWP itu harus segera dapat termanfaatkan karena itu merupakan aset daerah dengan lokasi strategis dan merupakan salah satu pusat wisata air di kota ini.

“Kalau pengelolaan saat ini dilakukan oleh Dinas Pertamanan akan tetapi belum dilakukan penataan secara maksimal,” katanya.

Pembangunan MWP itu awalnya dibangun pemerintah kota pada tahun 2008-2009 dengan perencanaan awal sebagai kolam renang “sport” karena sudah sesuai dengan standar nasional.

Pembangunan kolam renang olah raga itu dihajatkan untuk mencetak bibit-bibit renang handal Kota Mataram, untuk meraih prestasi medali emas pada setiap kejuaraan.

Apalagi, di NTB belum ada kolam renang khusus untuk olah raga yang memadai.

Akan tetapi, katanya, setelah kolam renang itu rampung, keluar aturan baru yang menyebutkan lebar kolam renang standar nasional 10 meter, sementara kolam MWP sudah dibuat dengan standar nasional sebelumnya sepajang delapan meter.

“Hal ini yang membuat pengelolaan MWP setelah rampung dibangun, mangkrak hingga kini, karena jika dikelola biayanya pun cukup besar” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat