Saat Shalat Kapolda Ini SIMPAN “Dunia” di SEPATU…!!!

Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono berpose dengan Jack Garda Asa Kota
Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono berpose dengan Jack Garda Asa Kota

kicknews.today Mataram – Tulisan singkat namun sangat menginspirasi, mengisahkan pengalaman seorang warga bima bertemu dengan Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Umar Septono di masjid Bandara Sultan Salahuddin Bima usai shalat Ashar pada Jumat sore (22/7).

Ditulis di akun facebooknya, Jack Garda Asakota bertemu dengan sang Kapolda kemudian dirinya sangat terkesan ketika diajak berdiskusi singkat mengenai dunia yang ditaruhnya di sepatu kala sedang shalat. Berikut tulisan lengkapanya:

Secara tidak sengaja, Saya kembali bertemu untuk kedua kalinya dengan Kapolda NTB, Brigjend Pol Drs. Umar Septono, Jumat sore (22/7).

Pertemuan tidak sengaja ini, ketika beliau hendak keluar dari dalam masjid Bandara Sultan Salahuddin Bima usai shalat Ashar. Rupanya beliau masih menandai Saya yang sebelumnya baru saja ketemu di masjid Sultan Sahuddin Kota Bima. 

Dengan senyuman khasnya dia menyapaku. “Hey,” ucapnya dengan ekspresi terkejut pas di depan pintu dalam ruangan masjid.

Tak butuh waktu lama, sayapun yang baru datang langsung menghampiri sang Kapolda yang dikenal low profil dan memiliki jiwa sosial tinggi ini. 

Setelah bersalaman, Sayapun mengikuti langkah beliau hingga di teras Masjid bagian Selatan. Saat duduk bendak memakai sepatu, beliau menunjuk jam tangan yang Saya pakai.
Pak Kapoldapun bertanya. “Kalau shalat, “dunia” di simpan di mana?,” ucap beliau sambil menunjuk jam tangan merk “fossil” yang Saya pakai.
Spontan Sayapun menjawab. “Di tangan pak Kapolda,” sahut saya tanpa memikirkan lebih jauh maksud pertanyaan pak Kapolda.

Pak Kapoldapun terlihat senyum senyum sembari mengambil sebuah benda yang disimpannya di sepatu di pekarangan Masjid.”Saya kalau shalat, “dunia” saya simpan di sini,” ucapnya sambil memperihatkan sebuah jam tangan hitam yang diambilnya dari dalam sepatu.

مَاشَآءَاللّهُ 
Dalam hati Saya berdecak kagum. Begitu tinggi filosofi “jam” tangan yang beliau gambarkan. Teringat sebuah ungkapan jika seorang Muslim hendak shalat, maka segala yang beurusan dengan dunia, ditinggalkan. Kemudian meluruskan niat Lillahitaala (Hanya kepada Allah).

Filosofi “Jam tangan” yang dimaksud pak Kapolda barangkali, sebagai simbol “waktu” & “kemegahan” dunia yang melalaikan MANUSIA.

Menanggalkan sejenak urusan duniawi saat shalat sekaligus kita dituntut untuk mendirikannya dengan khusyu’. Sebab dengan khusyu dalam shalat, amal ibadah kita akan diterima oleh Allah SWT, terhapus dosa-dosa kita, dan segala perilaku dan ucapan kita terjaga dari kemungkaran dan kefasikan.

Di akhir tulisannya itu kemudian dia memberi hastag #‎TerimaKasihPakKapoldaNTB .

Bayak respon positif dari teman-temannya menanggapi status facebooknya tersebut, diantaranya Muhammad Akhwan Qusairi mengatakan, Jam adalah petanda waktu dan menjadi pengingat tentang dunia, tetapi kenapa harus di simpan di sepatu? Maka seperti sepatulah urusan dunia ketika sembah sujud dan fokus pada perkara akhirat, modal yg di bawa pulang, bekal di masa depan, antara yg meminjam ruh dan pemilik ruh.

Selain itu, Wahid Warewo juga menanggapi, Filosofis yg begitu makna dalam dan sangat menyentu hati, subhanallah luarbiasa bapak kapolda.

Yanto Mbodjio Malingi menuliskan, Sampai merinding dan meneteskan air mata menyimaknya..
Begitu dalam filosifis yg di gambarkan oleh sang Kapolda, semoga menjadi cerminan bagi para bawahannya dan lebih2 buat kita semua yg mendahulukan dunia daripada akhirat…Amin…

(ddt)

 

 

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat