Jadilah yang Pertama Tau

Menyedihkan… Enam Siswa SD Diduga Gilir Seorang Balita di Toilet

Ilustrasi kekerasan seksual pada anak
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak

kicknews.today Lombok Tengah – Benar benar menggugah rasa miris. Peristiwa ini terjadi di radius 24 kilometer dari pusat perayaan Hari Anak Nasional (HAN) di Kota Mataram. Enam siswa SD di Lombok Tengah diduga menggilir seorang balita yang masih duduk di Taman Kanak Kanak. Tidak sampai menggilir, mereka juga bergilir merekam adegan yang tidak logis bisa dilakukan sesama bocah itu.

Peristiwa itu sebenarnya sudah terjadi awal Juli lalu. Enam siswa SD yang dirahasiakan identitasnya menggilir seorang balita di sebuah tempat ibadah, di Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.

“Mulai Kamis (21/07) kemarin, para pelaku menjalani pemeriksaan di PPA,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Loteng, Bripka Pipin kepada kicknews.today.

Barangkali tidak hanya pembaca, penyidik pun mengaku tidak habis pikir sampai peristiwa itu terjadi. Seorang balita yang dipaksa “melayani” bocah kecil di kamar mandi salah satu tempat ibadah di musholla dengan ditonton dan direkam teman sebayanya. Ditambahkan Kanit PPA, peristiwa itu sebenarnya terjadi saat Ramadhan lalu, persisnya Tanggal 3 Juli 2016. Namun peristiwa diketahui baru baru ini, setelah video aksi perbuatan tidak senonoh bergiliran itu terungkap.

Video yang dijaga agar tidak menyebar itu pun dijadikan barang bukti Unit PPA. Pihaknya juga sudah melakukan visum kepada korban. Dari pemeriksaan awal, para pelaku mengaku tidak semua melakukan perbuatan itu. Namun bertolak belakang dengan pengakuan korban yang masih polos tersebut, para pelaku menggilirnya. Dari dua pengakuan ini masih akan terus didalami PPA.

“Dalam menjalani proses pemeriksaan keenam bocah didampingi oleh keluarga dan perwakilan dari Balai Permasyarakatan (Bapas), mengingat belum mengerti proses hukum,” sambungnya. Tapi setelah ini, proses hukum tidak berakhir di pihaknya.

“Bagaimanapun juga mereka masih anak-anak, proses hukumnya nanti akan sedikit berbeda dengan proses yang dijalani oleh orang dewasa. Tidak ada sidang ataupun penahanan. Setelah proses pemeriksaan ini selesai kami serahkan seutuhnya kepada pihak Bapas untuk menindaklanjuti,” sambungnya.

Sementara Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Loteng AKP I Made Suparta menekankan peran dan fungsi keluarga.

“Ini semua dikarenakan faktor lingkungan dan teknologi. Sebagai orang tua harusnya lebih protektif lagi kepada anak-anaknya agar tidak terseret hal yang negatif. Memang tidak ada proses penahanan dan sidang, namun apa tidak malu nanti dicap sebagai orang tua yang gagal membina anaknya,” harapnya.

Dia juga menekankan peranan orang tua sebab sebagian besar waktu anak akan dihabiskan bersama keluarga, disanalah waktu yang tepat untuk memberikan ilmu moril sebagai bekal masa depannya kelak. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat