in

Depo Elpiji Lombok Didorong DPR RI

Depo LPG pertamina (net)
Depo LPG pertamina (net)
Depo LPG pertamina (net)

kicknews.today Mataram – Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi menginginkan percepatan pembangunan depo mini elpiji di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), agar permasalahan kelangkaan bahan bakar gas di daerah itu tidak terjadi lagi.

“Kalau bisa lebih cepat, lebih baik,” kata Kurtubi ketika mengadakan pertemuan dengan General Manager Marketing Operation Region (MOR) V PT Pertamina Ageng Giriyono, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Muhammad Husni, terkait upaya percepatan konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas untuk rakyat Pulau Sumbawa, di Mataram, Jumat (22/7).

Menurut dia, dengan adanya depo mini elpiji di Pulau Lombok, akan mampu meningkatkan ketahanan stok elpiji dalam jangka waktu relatif lebih lama, dibandingkan dengan terus mengangkut elpiji dari Depo Manggis, Bali, menggunakan mobil tangki setiap hari.

“Saya ingin elpiji untuk Lombok tidak lagi tergantung dari Depo Manggis, tapi langsung dipasok dari Situbondo, Jawa Timur, menggunakan kapal ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat,” ujarnya.

Sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem daerah pemilihan NTB, Kurtubi mengaku akan melaksanakan kewajibannya dengan cara memperjuangkan kepentingan masyarakat NTB yang ada kaitannya dengan pertambangan dan energi.

Salah satu kewajiban yang saat ini getol diperjuangkan adalah masalah program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bersubsidi untuk rakyat di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, yang belum menikmati.

Sementara hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia, termasuk lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, sudah menikmati bahan bakar gas bersubsidi dari pemerintah sejak 2011.

“Begitu banyak masukan yang saya terima lewat telepon selular maupun komunikasi langsung dengan konstituen, mengharapkan konversi BBM ke gas bersubsidi di Pulau Sumbawa, di percepat,” ujarnya.

Sales Eksekutif Elpiji Rayon IX PT Pertamina, Firdaus Sustanto, mengatakan pihaknya segera membangun depo mini elpiji di Pulau Lombok, untuk menjaga ketahanan stok bahan bakar gas di lima kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Depo mini elpiji berkapasitas 2 x 1.500 metriks ton tersebut rencananya dibangun di sekitar Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada akhir 2016 karena sudah ada perusahaan pemenang tender.

“Kami berharap dengan adanya depo mini elpiji tersebut ketahanan stok untuk Pulau Lombok bisa sampai 13 hari, dibandingkan dengan memasok menggunakan mobil tangki dari Bali, hanya cukup untuk ketahanan stok selama empat hari,” katanya.

PT Pertamina juga akan membangun depo elpiji di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Bima, bersamaa dengan pembangunan stasiun pengangkutan dan pengisian bulk elpiji (SPPBE) di Kabupaten Sumbawa, pada 2017 menggunakan dana APBN.

Pembangunan infrastruktur tersebut dalam rangka mendukung program konversi BBM ke gas bersubsidi di Pulau Sumbawa, mencakup Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima, mulai tahun 2018. (ant)