BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tolak Radikalisme dan Terorisme, Ini Langkah Warga Bima

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Ribuan warga Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menghadiri deklarasi anti radikalisme dan terorisme bertempat di Lapangan Serasuba, Kota Bima, Rabu (20/7).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB itu dihadiri Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayor Jend Abdurrahman dan Tokoh Agama Pusat, Prof Dr H Ahmad Thib Raya.

Hadir juga, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Wali Kota Bima, HM Qurais, Bupati Bima, Indah Damayanti Putri, Bupati Dompu, H Bambang M Yasin dan seluruh unsur FKPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan pemuda.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin mengatakan dalam menangkal radikalisme dan terorisme pesan perdamaian harus dikedepankan dalam setiap penyampaian kepada masyarakat.

Karena menurut Amin, radikalisme berawal dari pemahaman agama yang dangkal, disertai dengan kondisi kehidupan sosial yang tidak adil. Sehingga, muncul tindakan-tindakan yang merugikan tatanan kehidupan sosial yang ada.

“Untuk menangkal radikalisme dan terorisme pesan-pesan perdamaian harus terus digalakkan,” katanya.

Selain menyampaikan pesan perdamaian, kata wagub, seluruh unsur juga harus mampu membangun tatanan ekonomi yang baik serta menciptakan demokrasi yang utuh. Hal ini menurut Wagub mampu melahirkan pemimpin yang peduli pada pembangunan, sehingga tidak ada lagi ruang bagi beberapa pihak untuk mengacaukan keadaan.

“Pemerintah daerah beserta seluruh unsur akan berupaya menciptakan kesejahteraan masyarakat. Upaya persuasif juga terus dibangun untuk mencari dan menjaring aspirasi yang utuh,” jelas Wagub.

Sementara itu, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman memberi apresiasi acara tersebut. Ia lantas mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menolak dan menutup akses yang berorientasi pada paham dan aksi terorisme.

Disamping itu, lanjutnya, masyarakat juga diminta siap turut serta dalam pencegahan segala paham dan aksi radikalisme di di berbagai daerah, khususnya di Bima.

“Paham radikalisme dan terorisme harus disingkirkan. Namun untuk memerangi paham semacam itu sangat dibutuhkan kerja sama semua elemen. Terutama masyarakat harus bantu satu sama lain untuk mencapai keamanan, kemakmuran dan kebersamaan,” terang Anwar.

Menurut Anwar, deklarasi anti-radikalisme itu merupakan salah satu upaya dan komitmen masyarakat dan pemerintah untuk berjuang bersama mewujudkan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

“Saya berharap terorisme tidak terjadi di wilayah Bima, sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman beraktivitas,” tandas Wakil Ketua MK itu. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Melihat Cara Tim Elite Polres Lotim Antisipasi Terorisme

  Lombok Timur – Aksi terorisme akhir-akhir ini kembali terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Situasi ...