Jadilah yang Pertama Tau

Terdakwa Kasus Rumput Laut Dituntut 18 Bulan

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, berinisial MH, yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek budidaya rumput laut tahun 2012, dituntut 1 tahun dan 6 bulan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan langsung dalam persidangannya yang di gelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi NTB Marullah didampingi rekannya Hademan, Kamis (21/7).

“Karena terbukti secara sah dalam dakwaan subsidairnya, sehingga jaksa penuntut umum menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan penjara, dengan denda Rp50 Juta. Jika terdakwa tidak mampu membayarkan denda, maka akan dikenakan kurungan tambahan selama 2 bulan penjara,” kata Marullah.

MH dalam kasus ini berperan sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek tahun 2012 yang pengerjaannya berlokasi di wilayah Pondok Perasi, Kecamatan Ampenan, dengan anggaran yang digelontorkan mencapai Rp2,1 miliar.

Usai mendengar tuntutan yang dibacakan JPU, Ketua Majelis Hakim yang dipimpin AA Putu Ngurah Rajendra kemudian mempersilahkan kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya, AA Gede Buana Putra, untuk menyampaikan tanggapannya.

Namun dalam kesempatan itu, penasihat hukum terdakwa meminta waktu ke majelis hakim untuk mengajukan pembelaan (pledoi) terkait tuntutan JPU tersebut.

Berdasarkan pernyataan terdakwa melalui penasihat hukumnya, Ketua Majelis Hakim AA Putu Ngurah Rajendra memberikan kesempatannya untuk menyampaikan pembelaan hingga pekan depan.

“Sidang kami putuskan untuk dilanjut pada pekan mendatang, tepatnya Kamis (28/7). Diharapkan pada agenda berikutnya, terdakwa dengan penasihat hukum dapat menyampaikan pembelaan terkait tuntutan JPU,” ucap Ngurah Rajendra. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat