BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polri “Haramkan” Pokemon, yang Ngeyel Ditindak Tegas

Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol
Kabag Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Pol

kicknews.today Mataram – Secara tegas Mabes Polri melarang keras permainan Pokemon Go dikalangan internalnya. Penengasan tersebut disampaikan Kabag Penum Div Humas Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul saat ditemui wartawan di Mako Polda NTB (21/7).

Alasan haramnya permainan berbasis android itu diinternal Kepolisian disebut Martinus akibat sejumlah pertimbangan. Diantaranya akibat adanya kekhawatiran bahwa permainan ini berpotensi menurunkan kinerja anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena jenis permainan tersebut dinilai bisa membawa efek candu yg cukup menguras waktu.

“Kami khawatir karena bermain permainan itu, akan berpengaruh pada kinerja anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tugas utama Polri adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.” Tegas Martinus.

Aspek pentingnya menjaga kerahasiaan juga menjadi alasan lain dilaranganya permainan itu dikalangan korps seragam coklat tersebut. Sejumlah instalasi penting pemerintah seperti mako Kepolisian, instalasi militer, dan sejumlah area penting lainnya.

Namun Martinus tidak menjelaskan secara detail kaitan antara permainan ini dengan menjaga kerahasiaan fasilitas negera tersebut. Lebih jauh ditegaskan konsekuensi bagi anggota yg tetap tidak mengindahkan kebijakan ini, akan diberikan penindakan disiplin, setelah mendapat teguran tertulis dan diharuskan menghapus permainan itu dari telepon selulernya.

“Bagi anggota yang memainkan permainan itu, diharuskan untuk menghapus aplikasi tersebut dari handphonenya. Jika ada yang ngeyel akan ditegur secara tertulis. Dan kalau masih ngeyel juga akan diberikan tindakan disiplin. ” Tegas Martinus. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Polri Dukung Angkutan Online, yang Penting Undang-undang jangan Dibengkokkan

  Mataram – Kepolisian Republik Indonesia mempersilahkan angkutan umum “online” atau berbasis aplikasi untuk beroperasi ...