Lombok Akan Segera Punya Depo LPG

Depo LPG pertamina (net)
Depo LPG pertamina (net)

kicknews.today Mataram – Perseroan Terbatas Pertamina segera membangun depo mini elpiji di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk menjaga ketahanan stok bahan bakar gas di lima kabupaten/kota di provinsi tersebut.

“Info terakhir sudah ada pemenang tender, mungkin akhir tahun sudah mulai proses pembangunannya,” kata Sales Eksekutif Elpiji Rayon IX PT Pertamina, Firdaus Sustanto, di Mataram, Kamis (21/7).

Menurut dia, depo mini elpiji itu rencananya dibangun di sekitar Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, karena kedalaman perairan dan ombak yang tidak terlalu besar, sehingga mendukung kapal pengangkut elpiji bongkar muat dengan aman.

Dengan adanya depo mini elpiji berkapasitas 2 x 1.500 metriks ton terebut, nantinya ketahanan stok elpiji untuk kebutuhan masyarakat di Pulau Lombok, bisa mencapai 13 hari.

Saat ini, kebutuhan elpiji untuk wilayah Pulau Lombok masih dipasok menggunakan mobil tangki dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis, Bali, sebesar 220 metriks ton per hari.

Jumlah pasokan tersebut hanya cukup untuk ketahanan stok selama tiga hari sesuai dengan kondisi fasilitas ketahanan stasiun pengangkutan dan pengisian bulk elpiji (SPPBE) di Pulau Lombok.

“Jika ditambah dengan stok di masyarakat, maka ketahanan stok elpiji untuk wilayah Pulau Lombok hanya bisa sampai empat hari,” ujarnya.

Pembangunan depo mini elpiji, kata dia, juga untuk mencegah kelangkaan bahan bakar gas di Pulau Lombok, ketika terjadi cuaca buruk di perairan laut, yang menyebabkan feri atau tongkang pengangkut mobil elpiji tidak bisa berlayar.

Saat ini, kondisi perairan laut ekstrem dengan ombak yang tergolong tinggi, namun masih aman untuk pelayaran feri dan tongkang pengangkut elpiji dari TBBM Manggis.

Namun, jika kondisi cuara di perairan laut tidak aman dalam beberapa hari ke depan, maka pasokan elpiji ke Pulau Lombok akan dihentikan sampai ada rekomendasi aman bagi pelayaran feri.

“Makanya, pembangunan depo mini elpiji satu-satunya solusi untuk menjaga ketahanan stok di daerah,” ucap Firdaus.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Mahendra Gandhi, mengatakan pihaknya sangat mendukung pembangunan depo mini elpiji tersebut karena bisa memberikan jaminan ketahanan stok dalam waktu yang relatif lama dibanding memasok dari Bali menggunakan mobil tangki.

Selama ini, kata dia, pasokan elpiji dari Bali selalu terkendala cuaca buruk di perairan laut, sehingga menyebabkan sering terjadi kelangkaan disertai harga yang relatif mahal.

“Kalau bisa pembangunannya lebih cepat lebih baik,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat