BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Apa Kebijakan Pemerintah Untuk PKL Udayana Selama MTQ

PKL di car free day taman udayana mataram (net)
PKL di car free day taman udayana mataram (net)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengizinkan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Udayanan berjualan dari pagi selama pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26, 27 Juli sampai 7 Agustus 2016.

“Selama MTQ puluhan pedagang kaki lima (PKL) Udayana boleh berjualan mulai pagi hingga malam, bahkan malam Jumat tetap kami izinkan berjualan,” kata Kepala Bidang Tratimbun Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram, Rabu (20/7).

Sesuai dengan aturan, PKL Udayana ini setiap harinya hanya dibolehkan berjualan mulai pukul 16.00 WITA sampai pukul 23.00 WITA, kecuali malam Jumat tidak diperbolehkan berjualan (libur).

Akan tetapi, kata Bayu, dengan pertimbangan banyaknya peserta atau tamu MTQ yang membutuhkan makanan dan minuman baik pagi, siang maupun malam, pemerintah kota memberikan kebijakan membolehkan PKL berjualan.

“PKL Udayana diizinkan berjualan dengan catatan mereka bisa menjaga kebersihan dan ketertiban di kawasan Udayanan,” katanya.

Dengan kebijakan tersebut, Bayu berharap, PKL Udayana bisa memanfaatkan momentum MTQ sebagai salah satu mendukung target pemerintah kota untuk sukses ekonomi, dan membantu pemerintah meraih sukses penyelenggaran dan sukses pencitraan.

“Sukses pencitraan, salah satunya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, keamanan dan berusaha menggunakan busana muslim/muslimah untuk menciptakan nuansa Islami,” katanya menambahkan.

Akan tetapi, tambah Bayu, setelah MTQ berakhir, PKL Udayana harus kembali pada aturan berjualan sebelumnya yang telah ditetapkan.

Berbeda dengan PKL Udayana, belasan pedagang kaki lima samping Taman Sangkareang dilarang bejualan selama kegiatan Hari Anak Nasional mulai 20-23 Juli 2016.

Bayu mengatakan, larangan belasan PKL berjualan itu karena Taman Sangkareang itu menjadi pusat puncak pelaksanaan Hari Anak Nasional (HAN) yang dirangkaikan kegiatan Forum Anak Nasional (FAN) dan Kongres Anak Nasional (KAN).

Apalagi, sambungnya, Jalan Pelita itu dekat dengan podium Presiden Joko Widodo yang direncanakan akan membuka puncak HAN, sehingga secara otomatis Jalan Pelita akan digunakan sebagai lahan parkir tamu VVIP.

Dikhawatirkan, jika PKL tetap diizinkan berjualan bisa mengganggu arus lalu lintas.

“Karena itulah, selama tiga hari penuh dari pagi sampai malam kawasan tersebut harus steril dari PKL, setelah itu silakan pedagang berjualan lagi termasuk saat MTQ,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Lombok Harus Siap Sambut IMF-World Bank Annual Meeting 2018, Sampah bagaimana?

  Mataram – Sejumlah destinasi wisata di Lombok harus siap mendapat limpahan wisatawan asing. Limpahan ...