Oknum TNI AL Larang Wartawan Meliput Demo Syahbandar

ist_world press freedom day
ist_world press freedom day

kicknews.today Kota Bima – Sifat tidak bersahabat ditunjukkan oknum anggota TNI AL berinisial Usm terhadap wartawan kicknews.today, Selasa (19/7) Pukul 16. 47 Wita.

Kejadian itu bermula saat wartawan ini ingin ambil gambar para petani dan pedagang di Kantor Syahbandar. Warga mendatangi kantor syahbandar untuk meminta penjelasan ganti rugi atas tenggelamnya kapal yang membawa muatan hasil pertanian milik mereka. Sebab klaim petani, mereka rugi hingga Rp. 5 Milyar. Ketika akan mendokumentasikan aksi, oknum TNI AL asal Bima itu menghardik.

”Wartawan tidak boleh ambil gambar di area kantor syahbandar tanpa seizin kepala kantor,” kata Usm dengan senjata laras panjang ditangannya.

Karena dilarang, Jurnalis ini mencoba menjelaskan pentingnya gambar untuk kebutuhan menyajikan berita aktual dan faktual. Karena tidak ada aturan yang melarang wartawan untuk mengambil gambar.

“Apapun alasan, Anda tidak bias ambil gambar disini,”tegasnya dengan nada tinggi.

Karena memilih mengalah dan memahami keterbatasan pengetahuan oknum itu tentang UU 40 tahun 1999 tentang pers, kicknews.today pun hanya memantau kasat mata aksi itu. Untuk diketahui, Kapal KLM Duta Mulya yang memuat hasil pertanian Petani Bima tenggelam diperairan Flores, Kamis (7/7) lalu.

Kapal tersebut membawa muatan 12 lebih karung bawang merah, kedelai dan hasil pertanian lainnya. Mirisnya, yang membuat petani geram, dari total sekitar 400 lebih ton muatan, namun ekspedisi PT. Samudra Abadi Nusantara hanya mencantum dalam surat izin berlayar ke Syahbandar hanya 155 ton. Kedatangan sejumlah petani yang mewakili 84 pemilik barang untuk mempertanyakan pihak Syahbandar terkait keluarnya izin berlayar. Sarjan warga Renda pada wartawan, mengaku sengaja datang di Kantor Syahbandar untuk mempertanyakan prosedur berlayar dan manipulasi data muatan.

”kita ini rugi besar. Kami ingin mendengar keterangan terkait tuntutan ganti rugi dari petani,” ujar mantan anggota DPRD Kabupaten Bima ini. Kasus tenggelam kapal ini sedang diselidiki aparat Polres Bima Kota. Diduga ada kesalahan proses muatan dikapal hingga terjadi musibah tenggelam. (ps)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat