MTQ Semakin Dekat, PKL Mulai Relokasi Diri

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Sebanyak 30 pedagang kaki lima membongkar lapaknya agar tidak terlihat sebagai tempat kumuh di dekat Islamic Center Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi lokasi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVI.

“Mulai Senin (18/7), kami sudah menempati lapak sementara yang baru di area paling utara arena expo,” kata Ahmad, Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Mahoni, Kota Mataram, Sabtu (16/7 ).

Para PKL yang sudah berjualan di samping kantor Imigrasi Mataram, selama belasan tahun itu sudah mendapat pemberitahuan dari pemerintah daerah untuk segera pindah ke lokasi yang sudah disediakan.

Bahkan, tim terpadu akan menertibkan lapak PKL jika anjuran pemerintah daerah tidak diindahkan.

Ahmad mengatakan, pihaknya melakukan pembongkaran lapak atas kesadaran sendiri karena ingin berpartisipasi menciptakan kebersihan dan kenyamanan, sehingga peserta MTQN dari berbagai daerah senang berkunjung ke Kota Mataram.

“Semua PKL sudah membongkar lapaknya hari ini, besok tinggal membereskan bongkaran bangunan,” ujarnya.

Asisten III Sekretariat Daerah NTB H Lalu Gita Aryadi, usai berbincang-bincang dengan para PKL, mengatakan keberadaan sektor informal PKL juga menjadi atensi panitia penyelenggara MTQN XXVI di NTB.

“PKL dipindah sementara ke lapak yang disediakan panitia di bagian paling utara arena pameran expo,” katanya.

Pameran NTB Expo dan promosi produk unggulan daerah, kata dia, dipersiapkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, di mana pesertanya dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Ada juga bazar kuliner halal yang diisi oleh restoran, lesehan, katering dan UMKM, serta festival hortikultura, yang bisa dinikmati para pengunjung dari berbagai daerah dan masyarakat lokal,” ucap Gita.

MTQN XXVI di NTB, mulai 28 Juli hingga 7 Agustus 2016, akan diikuti oleh lebih dari 5.000 peserta dari 34 provinsi di Indonesia, dan rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat