BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Oh.. Ternyata Ini Makna Orang Sasak Menyebut Tuhan “Neneq Kaji Saq Kuase”

Gendang Beleq, Musik Tradisional Suku sasak
Gendang Beleq, Musik Tradisional Suku sasak

 

kicknews.today Mataram – Orang-orang suku Sasak di Lombok biasanya menyebut Tuhan dengan kalimat “Neneq kaji saq kuase” dimana kata “neneq” diartikan secara harfiah sebagai “papuq” atau pasangan dari kakek dalam bahasa Indonesia. Padahal bukan itu yang dimaksud dalam kalimat untuk merujuk kepada Tuhan tersebut.

Seorang tokoh masyarakat dan pemerhati budaya, H.Lalu Anggawa Nuraksi di kediamannya , Rabu (13/7) menjelaskan mengenai arti sebenarnya kalimat tersebut yang hingga saat ini banyak orang salah kaprah mengenai maknanya.

Diawali dengan penjelaskan mengenai asal usul masuknya Islam di Lombok. Diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Daos dari Irak pada sekitar abad ke 13 Masehi. Sunan Daos membawa ajaran Islam sufi yang sangat toleran dengan adat dan budaya Sasak, sehingga dengan sangat mudah Islam diterima oleh masyarakat di sini kala itu.

“Islam yang masuk pertama kali adalah Islam sufi dari irak yang dibawa Oleh Syeh Maulana Daos pada abad ke 13 dan itu membaur dengan orang Sasak dengan cepat. Terbukti dengan adanya amandemen di Piagam Selaparang yang menyatakan bahwa setiap perwangse (pemerintah) harus khatam Al Quran” jelasnya.

Namun sebelum Islam masuk di Lombok, dijelaskan, orang Sasak ternyata telah menganut pemahaman tauhid yang mendasar yaitu mempercayai kalau Tuhan itu tunggal, dimana itu dapat dilihat dari penyebutan Tuhan oleh orang Sasak dengan kalimat Neneq kaji sak kuase.

Berikut pemisahan kalimat tersebut menurut Lalu Anggawa Nuraksi agar lebih mudah dipahami maknanya :

Ne-Neq-Kaji-Saq-Kuase

Ne- Berarti Ini, menunjukan kata benda dan merujuk pada diri. Neq- berarti kepunyaan/kepemilikan. Kaji- berati saya yang merujuk pada penghambaan. Saq- berarti Tunggal kemudian Kuase berarti Kekuasaan.

“Jadi dapat dijelaskan bahwa arti kata Neneq Kaji Saq Kuase adalah Ini atau diri ini adalah kepunyaan dari zat tunggal yang maha kuasa, bukan berarti nenek yang jadi pasangan kakek” jabarnya.

Dia kembali menegaskan bahwa ajaran ketauhidan atau keyakinan akan ke-tunggalan Tuhan yang maha kuasa sebenarnya telah diakui oleh orang Sasak bahkan jauh sebelum agama Islam Masuk ke Lombok.

“Begitu Islam masuk maka sempurnalah keimanan orang Sasak karena sebelumnya telah dipahami secara makna bahwa Tuhan itu tunggal yang menyebabkan Islam begitu diterima di Lombok” katanya. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

“Sentakut Nganak Belae” Bukti-bukti Purba Bangsa Sasak

  Bangsa Sasak ditenggelamkan sejarah. Bangsa yang menjadi inferior atau merasa rendah diri lantaran penindasan ...