Lebaran Topat 2017, Ini Rencana Disbudpar

Walikota Mataram saat pemukulan bedug pada puncak lebaran topat di bintaro mataram
Walikota Mataram saat pemukulan bedug pada puncak lebaran topat di bintaro mataram

kicknews.today Mataram – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib akan menggelar parade “Dulang Lebaran Topat” pada 2017 agar memiliki nilai tambah dari sisi kepariwisataan.

“‘Lebaran Topat’ atau Ketupat, rohnya memang ziarah makam, zikir dan selakaran, tetapi setelah acara inti itu, kita ingin mengemas dan menambahkan acara yang memiliki nilai pariwisata seperti parade ‘Dulang Lebaran Topat’,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (14/7).

Pernyataan itu dikemukakannya menyikapi tanggapan beberapa pihak yang menyebutkan perayaan puncak “Lebaran Topat” di Kota Mataram yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri terkesan monoton dari tahun ke tahun.

Dulang, katanya menjelasakan, adalah berupa hidangan makanan dalam satu nampan terbuat dari tanah beisi ketupat beserta lauk pauknya serta berbagai jajan khas “Lebaran Topat”.

Latif, begitu pria ini sering disapa mengatakan, dengan atau tanpa acara seremonial “Lebaran Topat” yang dilaksanakan pemerintah kota di dua lokasi, yakni Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro, masyarakat dengan sendirinya akan keluar merayakan “Lebaran Topat” pada sejumlah makam yang dikeramatkan di Pulau Lombok.

Setelah berziarah, masyarakat pasti akan langsung bersantai ke sejumlah objek wisata dan objek wisata yang dominan dikunjungi adalah pesisir pantai.

“Karena itu, tahun depan kita ingin menggelar acara Lebaran Topat yang lebih meriah salah satunya parade Dulang Lebaran Topat,” katanya.

Menurut dia, dengan adanya parade “Dulang Lebaran Topat” dapat memberikan nilai tambah pariwisata baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara.

“Dalam hal ini, pemerintah provinsi kita harapkan dapat memberikan dukungan sebagai sinergitas meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke daerah ini,” katanya.

Di samping kegiatan hiburan rakyat yang sudah ada, parade “Dulang Lebaran Topat” juga bisa memecah konsentrasi massa.

“Upaya ini sekaligus bisa mengurangi tingkat kepadatan arus lalu lintas pada sejumlah objek wisata lainnya, sebab jika sudah ada hiburan itu warga kota enggan merayakan ‘Lebaran Topat’ luar Kota Mataram,” katanya lagi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat