DPRD Ragukan Kualitas Pelaksanaan Venue MTQ

MTQ Nasional di Islamic Center
MTQ Nasional di Islamic Center

kicknews.today Mataram – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat H Suharto menyoroti lambatnya proses pengerjaan pembangunan venue utama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26 oleh pelaksana proyek, mengingat penyelenggaraan MTQ tinggal menghitung hari yakni 30 Juli-6 Agustus 2016.

“Coba kita lihat sampai sekarang, pekerjaan fisiknya masih di bawah 50 persen. Kalau sudah seperti ini, apakah kita bisa jamin ini bisa selesai,” kata Suharto di Mataram, Rabu (13/7).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB bidang Fisik, Infrastruktur dan Pertambangan itu mengaku pesimistis jika melihat pengerjaan yang dilakukan pihak pelaksana dan event organizer (EO) mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu yang diberikan.

Sebab, dengan durasi kerja yang efektif hanya sekitar 15 hari, akan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan, sehingga sulit bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalau sudah seperti ini bagaiman mau selesai, pekerjaan fisiknya saja baru 50 persen. Kemudian jangka waktu 15 hari, pasti pekerjaan dikebut, sehingga kualitas pekerjaan tidak sempurna sesuai perencanaan,” ucapnya.

Suharto menambahkan, mendukung langkah Gubernur NTB yang telah mewanti-wanti pihak pelaksana dan EO MTQ untuk mempercepat tanggung jawab pengerjaannya.

Termasuk, mereka diwajibkan untuk melaporkan langsung secara tertulis setiap pengerjaan yang dilakukan. Sehingga, tidak ada lagi kata dari pelaksana proyek untuk memperlambat pengerjaan.

“Langkah Gubernur NTB itu perlu diatensi. Mengingat, ditunjuknya NTB sebagai tuan rumah perhelatan event nasional, yakni MTQ tersebut melalui proses dan penilaian panjang. Di mana, pelaksanaanya pun sudah terjadwal dengan baik,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, mau tidak mau. Pihak panitia, khususnya rekanan yang dipercayakan untuk melaksanakan pengerjaan fisik harus bisa menuntaskan, jangan sampai mempermalukan nama daerah. Sukses atau tidaknya MTQ ini akan menjadi pertaruhan NTB di pentas nasional.

Selain pengerjaan fisik, Suharto juga masih melihat faktor pendukung MTQ Nasional mulai baliho hingga spanduk, justru belum ada tanda-tanda kesiapan. Ia lantas mencontohkan, di salah satu venue MTQ Nasional yakni, Ponpes Al Aziziyah Kapek, Gunungsari, Lombok Barat. Hingga kini, belum terlihat satupun atribut pendukung MTQ itu terpasang.

“Saat saya ke sana di Ponpes Al Aziziyah, tanda-tanda akan ada MTQ nasional sama sekali belum ada. Kecuali, hanya pamflet. Itupun hanya bisa dilihat pada malam hari. Sehingga, wajar jika Pak Gubernur marah atas progres kesiapan MTQ kali ini,” ucapnya.

Namun demikian, Suharto masih optimistis, asalkan pihak pelaksana maupun EO yang ditunjuk selaku pemenang melaksanakan pekerjaannya tanpa henti, yakni, bekerja mengejar target siang dan malam.

“Pelaksana proyek harus berani lembur siang dan malam. Begitupun pekerjanya harus ditambah. Karena kalau tidak sulit bisa selesai tepat waktu. Walaupun kita berharap semua pekerjaan selesai tepat pada waktunya,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat