in

BPBD Mataram Bentuk Posko Amankan Lebaran Topat

Ilustrasi Topat
Ilustrasi Topat
Ilustrasi Topat

kicknews.today Mataram – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan tiga posko pengamanan “Lebaran Topat” yang akan berlangsung pada Rabu (13/7).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Supardi di Mataram, Senin (11/7), mengatakan, tiga posko pengamanan itu ditempatkan di Pantai Bintaro, Pantai Loang Baloq dan Pantai Gading.

“Untuk Pantai Ampenan ditangani oleh personel yang ada di posko Bintaro,” ujar H Supardi.

Dikatakan, tiga lokasi tempat pembentukan posko pengamanan tersebut merupakan titik-titik pusat perayaan “Lebaran Topat” atau ketupat yang dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Lebaran Topat” sudah menjadi tradisi turun temurun di Pulau Lombok dirayakan dengan berziarah ke makam-makam yang dikeramatkan dan diakhiri dengan bersantai di pinggir pantai bahkan tidak jarang warga mandi di pantai.

“Karena itu, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga yang datang merayakan ‘Lebaran Topat’, kami akan menurunkan semua tim yang ada di BPBD,” katanya.

Menurutnya, saat ini BPBD memiliki sebanyak 30 orang personel tim reaksi cepat (TRC) yang akan ditempatkan masing-masing 10 orang di setiap posko.

“Kami akan dibantu juga oleh aparat dari kepolisian dan kepolisian perairan,” katanya.

Pasalnya, ribuan masyarakat yang merayakan “Lebaran Topat” tidak hanya dari warga Kota Mataram, tetapi banyak juga dari luar kota dan akan memilih salah satu dari empat titik tersebut sebagai tempat merayakan “Lebaran Topat”.

Karena itu selain menyiapkan personel, BPBD juga menyiapkan dua perahu karet yang akan digunakan untuk memantau aktivitas masyarakat melalui laut sekaligus mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan.

“Ketinggian gelombang saat ini memang masih normal yakni sekitar satu hingga 1,5 meter, tetapi kami harus tetap waspada,” kata Supardi.

Supardi mengatakan, posko ini akan disiagakan hingga Kamis (14/7), atau H+1 “Lebaran Topat”, karena keramaian di sepanjang sembilan kilometer pantai Kota Mataram diperkirakan terjadi hingga Minggu (17/7).

“Untuk pengawasan hari Jumat (15/7) sampai Minggu (17/7), kami lakukan dengan patroli,” ujarnya. (ant)