in

Tanpa IMB “Trans Corp” Berani Membangun, Ini Alasan Wali Kota

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh (kicknews)
Walikota Mataram, H Ahyar Abduh (kicknews)
Walikota Mataram, H Ahyar Abduh (kicknews)

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengakui memberikan izin pengelolaan lahan Transmart sebelum izin mendirikan bangunannya diterbitkan.

“Kami memberikan izin karena izin lokasi (Inlok) sudah diterbitkan dan tidak ada masalah, jadi boleh-boleh saja mereka melakukan aktivitas seperti pembersihan di areal milikinya,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di Mataram, Minggu (10/7).

Pernyataan itu dikemukakannya menyikapi pertanyaan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska yang mempertanyakan kenapa investor “Trans Corp” diizinkan beraktivitas membangun sebelum berbagai proses perizinannya diselesaikan.

Wali kota mengatakan, untuk mengeluarkan IMB dibutuhkan kajian secara lebih teknis lagi agar proses pembangunan bisa disesuaikan dengan garis sempadan jalan termasuk untuk parkir dan syarat-syarat lainnya.

“Tetapi secara teknis dan inlok sudah ada berarti lokasi itu boleh diperuntukan sebagai pusat hiburan dan perbelanjaan karenanya meski IMB belum keluar kita izinkan beraktivitas selama tidak menyimpang dari aturan dan pengawasan tetap dilakukan,” katanya lagi.

Ahyar begitu sapaan akrab wali kota mengajak masyarakat kota termasuk anggota DPRD untuk memberikan kesan baik kepada para invenstor.

Apalagi, invenstasi yang akan ditanamkan pihak investor ini sangat besar bahkan hingga ratusan miliar dan itu tidak mungkin investor berani berinvestasi jika tidak melihat potensi pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram.

“Kota Mataram termasuk kota ketujuh yang beruntung menjadi pilihan investasi pihak “trans corp”, jadi kita harus ‘welcome’ dan berbangga,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan yang diberikannya dengan mengizinkan investor mengelola lahannya sebelum IMB keluar merupakan salah satu arahan dari Presiden Joko Widodo yang meminta daerah agar tidak mempersulit investor selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pemerintah daerah disarankan untuk memberikan pelayanan sebalik-baiknya sehingga investasi itu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

“Jadi sebagai ibu kota provinsi, Kota Mataram harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing dengan kota-kota lainnya, agar bisa mengangkat citra baik di luar daerah,” katanya.

Meski demikian, pemerintah kota tetap memperhatikan masukan dan kritikan dari berbagai pihak termasuk DPRD sebagai bahan perimbangan untuk mengambil kebijakan.

Pada lahan seluas sekitar satu hektare lebih di Jalan Sandubaya itu, Trans Corp berencana akan membangun gedung berlantai empat, lantai pertama kemungkinan untuk parkir, lantai dua pusat kuliner, lantai tiga untuk Transmart, dan lantai empat menjadi pusat hiburan.

Pusat hiburan ini, katanya, akan dibuat seperti halnya trans studio mini dengan berbagai permainan seperti halnya Trans Studio Bandung atau Makassar. (ant)