BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Mungkinkah Membuat Sungai Jangkuk Jernih Kembali? Ini Penjelasan Ilmiahnya

pemandangan di satu sudut sungai Jangkuk Ampenan
pemandangan di satu sudut sungai Jangkuk Ampenan

kicknews.today Mataram – Kegiatan peduli lingkungan yang digadang oleh komunitas peduli lingkungan Semeton Ampenan untuk membersihkan dan membuat jernih kembali sungai jangkuk terus digalakkan hingga saat ini dengan bermacam kegiatan yang dinamai suara sungai. Bahkan sebuah organisasi dunia Ocean Care ikut andil besar dalam upaya ini sampai pada target mengadakan mesin keong pemilah sampah produksi faord, perusahaan otomotif ternama di Amerika.

Namun segala upaya yang dilakukan ini, mungkinkah dapat mewujudkan cita-cita anak-anak muda ampenan ini membuat sungai jangkuk kembali jernih seperti sedia kala dimana mengingat ditahun-tahun 90 an, anak-anak yang tinggal di bantaran bermain disungai sampai dapat melihat mata udang dan menangkapnya dengan tangan.

Seorang sarjana kimia yang juga pemuda Ampenan dan kini menempuh studi S2 di UGM soal pencemaran lingkungan, Zhilal Shadiq S.Si menyoroti persoalan pencemaran air di sungai jangkuk yang kini kian mengkhawatirkan kemudian mengungkapkan secara khusus kepada kicknews.today, Sabtu (9/7).

Dia mengatakan bahwa masih sangat mungkin untuk membuat sungai jangkuk kembali jernih seperti sedia kala asal ada kesepakatan sosial dari semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga sungai jangkuk agar tidak tercemar.

Zhilal Shadiq S.Si saat melakukan penelitian di laboratorium
Zhilal Shadiq S.Si saat melakukan penelitian di laboratorium

Bagaimana membuat sungai kembali jernih sebenarnya bukan hanya permasalahan sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat ke suangai, namun pola pembuangan septic tank warga juga menjadi pemicu pencemaran air terutama perkembangan bakteri e-coli yang berbahaya.

“Budaya masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai sangat berperan dalam mengembalikan kejernihan air sungai” ujarnya.

Ditanya soal pengaruh pasir yang kini sudah sangat minim di dasar sungai dia menjawab bahwa hal tersebut memang sangat menunjang dalam penyerapan partikel tanah lempung yang membuat air sungai dapat jernih kembali.

“Sudah sekian lama masyarakat mengeruk pasir disungai jangkuk sehingga hampir tidak bersisa, untuk mengembalikannya mungkin butuh waktu tapi itu masih mungkin” tegasnya.

Selain kesadaran masyarakat, penghijauan di daerah bantaran sungai sangat diperlukan terutama untuk menstabilkan dan menjaga partikel tanah lempung yang membuat air keruh dapat diminimalkan. Kemudian persoalan mengembalikan pasir di dasar sungai itu akan terjadi secara alami hasil dari proses penghancuran batuan dari hulu sampai ke hilir sungai.

Mengenai waktu, Zhilal mengatakan memang kalau diandalkan secara alami proses tersebut akan membutuhkan waktu yang sangat lama. “Bisa ratusan tahun, itupun belum tentu” pungkasnya. Namun bila dibantu dengan intervensi teknologi dan didukung penuh oleh kesadaran masyarakat maka cita-cita pengembalian kejernihan sungai jangkuk dapat dipercepat.

Teknologi yang mungkin untuk diterapkan adalah teknologi penjernihan air dengan sistem filtrasi (penyaringan) yang dikombinasikan dengan koagulasi (pengendapan) di hulu sungai, sehingga mengurangi kadar total suspended solid (TSS) yang terkandung dalam air sungai.

“Jadi semuanya mungkin asal ada kemauan dan usaha bersama maka sungai jangkuk akan jernih kembali” pungkasnya. Dia sangat berharap untuk masa depan lingkungannya yang lebih baik.

“Di sana dulu saya bermain dan saya harap anak saya nanti juga dapat menikmati itu” harapnya. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dengan Celana Dalam Ini, saat Menstruasi Wanita tak Perlu pakai Pembalut

  Jakarta – Celana dalam ramah lingkungan ciptaan empat mahasiswi Program Diploma Institut Pertanian Bogor ...