Banyak Ruko Ngangur di Mataram, Akhirnya Ini Rencana Walikota…

ilustrasi ruko nganggur di Mataram

kicknews.today Mataram, – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh berencana akan melakukan moratorium bangunan rumah toko (Ruko) sebab saat ini masih banyak ruko yang belum termanfaatkan sehingga kondisinya tidak terurus bahkan terkesan kumuh.

“Moratorium bangunan ruko ini masih rencana, jadi atau tidaknya tergantung dari keputusan tim pengkaji yang saat ini sedang bekerja,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (8/7).

Menurutnya, beberapa alasan yang menjadi dasar rencana itu antara lain, saat ini sudah terlalu banyak bangunan ruko yang belum dimanfaatkan.

Akibatnya, kebersihan depan ruko tidak terurus begitu juga dengan lampu penerangnya sehingga terkesan kumuh serta menutup akses permukiman dibelakangnya.

Bahkan, lanjut wali kota, tidak sedikit pemilik ruko yang sudah terbangun dan belum termanfaatkan menghilang tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

“Moratorium pembangunan ruko juga untuk merealisasikan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen,” sebutnya.

Untuk melakukan moratorium pembangunan ruko tersebut, wali kota sudah membentuk tim pengkaji yang berasal dari beberapa unsur antara lain Dinas Tata Kota dan Pengawasan Bangunan, Dinas Pekerjaam Umum, Badan Lingkungan Hidup, Badan Perencana Pembangunan Daerah serta Badan Pelayanan Perizinan Terpadu.

“Kami memang belum bisa pastikan kapan moratorium tersebut akan diterapkan, yang pasti saat ini tim pengkaji sedang melaksanakan tugasnya jika sudah ada hasil kami akan langsung terapkan,” katanya.

Wali kota mengatakan, salah satu kajian yang dilakukan adalah melihat rasio jumlah penduduk dengan jumlah ruko yang terbangun dan akan dibangun.

“Dengan demikian, jumlah ruko dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat