BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Ziarah Kubur, Tradisi Lebaran Warga Mataram

Aktifitas ziarah kubur warga Mataram
Aktifitas ziarah kubur warga Mataram

kicknews.today Mataram,- Ribuan umat muslim di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melaksanakan tradisi ziarah kubur seusai melaksanakan Shalat Idul Fitri 1437 Hijriah.

Menurut pantauan di Mataram, Rabu (6/7), menyebutkan, sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Mataram dipadati oleh peziarah yang hendak berzikir dan berdoa di atas makam orang tua, saudara maupun keluarga terdekat mereka.

Kepadatan peziarah kubur ini diantaranya terlihat di TPU Mas-Mas Karang Kelok, TPU Sibat, TPU Karang Medain, dan TPU Bintaro.

Heruddin salah seorang peziarah di TPU Karang Mas-Mas mengatakan, ziarah kubur ini sudah menjadi tradisi turun temurun di Pulau Lombok.

“Setiap setelah Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, kita selalu melakukan ziarah kubur terutama pada Idul Fitri,” katanya.

Menurutnya, dengan melaksanakan tradisi ziarah kubur dimaksudkan untuk menjenguk makam orang tua, saudara atau keluarga yang telah meninggal, sekaligus untuk memperkenalkannya tradisi tersebut kepada generasi muda berikutnya.

“Setelah hari kita mendoakan keluarga yang sudah meninggal dari rumah, tetapi saat lebaran kita harus menyempatkan diri menjenguk dan memberikan doa langsung di atas makamnya,” ujarnya.

Tradisi ziarah kubur memberikan dampak positif juga bagi para pedagang bunga rampai dan air yang dijajakkan di setiap TPU.

Dengan demikian, puluhan pedagang bunga rampai di sejumlah TPU menjadi incaran para peziarah, karena banyaknya peziarah yang datang untuk berdoa ke makam keluarga masing-masing.

Ketut (45) salah seorang pedagang bunga rampai di TPU Mas-Mas Karang Kelok, mengaku mendapatkan omzet penjualan bunga rampai hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Ia mengakui, dalam setengah hari dia sudah mendapatkan omzet sekitar Rp200 ribu, padahal jika berjualan di pasar sehari maksimal omzet yang bisa dibawa pulang paling banyak Rp100 ribu.

Ketut yang sehari-harinya berjualan bunga rampai di Pasar Cemare ini, menjual satu bungkus bunga rampai seharga Rp2.500, namun jika ada yang menawar dan membeli banyak dia biasanya memberikan harga lebih murah yakni lima bungkus Rp10 ribu.

Sementara, sejumlah warga yang tinggal di sekitar TPU menjajakan air bersih kepada peziarah yang datang ke TPU, dengan menggunakan botol bekas air mineral.

Satu botol air yang berisi 1,5 liter dijual seharga Rp2.000 hingga Rp3.000 itu pun tanpa botol, artinya setelah penziarah menghabiskan airnya untuk menyiram makam sanak saudaranya, botol harus dikembalikan lagi.

Kondisi setupa juga dirasakan Inak (ibu) Kairiah (50) salah satu dari pedagang air untuk zirah makam mengatakan, menjual air untuk peziarah menjadi peluang usaha baru dalam beberapa tahun terakhir ini bagi warga yang tinggal di sekitar TPU, karena melihat kebutuhan peziarah yang kerap kali kesulitan mendapatkan air saat ziarah kubur.

“Selain mendapatkan keuntungan, kita juga berniat untuk membantu masyarakat yang enggan membawa air dari rumahnya,” kata Inak Kairiah. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kerja Malas, Gaji Puluhan Tukang Sapu di Mataram Ditunda

  Mataram – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menetapkan sanksi penundaan pembayaran ...