BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kemenag NTB : Hilal Masih Dibawah Ufuk

ilustrasi hilal
ilustrasi hilal

kicknews.today Mataram, – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat H Sulaiman mengatakan posisi hilal atau bulan sabit tidak dapat terpantau karena berada di bawah ufuk, sehingga Idul Fitri 1437 Hijriah akan jatuh pada 6 Juni 2016.

“Kesimpulan berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan beberapa kelompok organisasi khusus dari Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag NTB, bahwa posisi bulan sabit pada Senin 4 Juni 2016 atau 29 Ramadhan 1437 Hijriah berada di bawah ufuk,” kata Sulaiman usai mengadakan rukyatul hilal di Mataram, Senin (4/7) petang.

Kegiatan rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit untuk menentukan 1 Syawal 1437 Hijriyah dilaksanakan di Pos Observasi Taman Rekreasi Loang Balok, Pantai Tanjung Karang Ampenan, Kota Mataram, pada Lintang -08 derajat 36′ 11.2” Lintang Selatan dan Bujur 116 derajat 04’26.7” Bujur Timur, dengan ketinggian 3 meter atau 9 kaki di atas permukaan laut.

Selain Tim Rukyatul Hilal Kanwil Kemenag NTB, kegiatan pengamatan hilal juga diikuti oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Institut Agama Islam (IAIN) Mataram, Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB dan sejumlah tokoh ulama di Pulau Lombok.

Sulaiman menyebutkan, posisi tinggi hakiki hilal pada saat ghurub matahari menjelang awal Syawal 1437 Hijriah, pada Senin (4/7) atau 29 Ramadhan 1437 Hijriah, berada pada posisi minus 1 derajat 5 menit 58,88 detik.

Sementara syarat awal bulan Syawal 1437 Hijriah adalah pada saat Matahari terbenam, ketinggian (altitude) bulan di atas cakrawala minimum 2 derajat dan sudut elongasi (jarak lengkung) bulan-matahari minimum 3 derajat, atau pada saat bulan terbenam, usia bulan minimum 8 jam, dihitung sejak ijtimak.

“Puasa Ramadhan seharusnya 29 hari, tetapi karena hilal di bawah ufuk, maka puasa Ramadhan tahun ini menjadi 30 hari, dan Idul Fitri jatuh pada Rabu (6/7), itu secara hitungan, tapi kami masih tetap menunggu sidang isbat yang dilakukan Kementerian Agama di Jakarta,” ujarnya.

Meskipun hilal sudah jelas berada di bawah ufuk berdasarkan hasil hisab atau perhitungan, kata Sulaiman, pihaknya tetap melakukan kegiatan rukyatul hilal menggunakan alat teleskop khusus karena itu perintah agama dan negara.

“Nabi Muhammad SAW mengatakan apabila hilal bisa dilihat maka berbuka, tetapi jika hilal tidak terlihat maka lanjutkan puasa. Jadi perintah agama tidak boleh dilanggar walaupun kita tahu posisi hilal di bawah ufuk,” katanya.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).

Rukyat dapat dilakukan setelah matahari terbenam dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dari Lombok, Hilal Tak Nampak

  Mataram – Tim Hisab Rukyat Wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat tidak dapat mengamati hilal ...