in ,

Seragam Inilah Baju Lebaran Kami (sepenggal kisah anggota Polri dimusim hari raya) bagian 1

suasana jelang berbuka bersama bintara angkatan 2002
suasana jelang berbuka bersama bintara angkatan 2002
suasana jelang berbuka bersama bintara angkatan 2002

kicknews.today Mataram – “Al sudah mandi yang? Udah ganti baju? Sekarang sedang apa dia? Oooo,… sudah tidur ya? Syukur dah kalau gitu?…” Satu sisi percakapan melalui telepon genggam itu sempat terdengar disela keramaian acara berbuka bersama yang dilaksanakan anggota bintara angkatan 2002 (3/7) minggu petang kemarin. Percakapan itu terjadi antara Bripka Willy Triadi dan istri tercintanya Julianti. Tentunya mereka tak lain tengah membahas tentang anak semata wayang mereka yang saat ini masih belum genap berusia 1 tahun.

Setelah sambungan telepon itu terputus, Willy tampak merenung sesaat sebelum kembali aktif berinteraksi dan bersenda gurau dengan rekan-rekan seangkatanya di acara berbuka bersama yang cukup meriah itu.

Acara berbuka bersama pun usai, kicknews menghampiri anggota Polri berpangkat Bripka yang kini bertugas di Polsek Senggigi itu. Ia yang masih tampak belum seratus persen ceria, menuturkan bahwa ia tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarga kecilnya. Padahal ini tahun pertamanya akan merasakan hari raya Idul Fitri dengan kehadiran seorang arjuna buah hati mereka. Julianti sang istri bersama Alwaliandri buah hati mereka yang baru berusia 10 bulan itu, sekarang sedang berada di luar daerah. Mereka tengah mudik lebaran dan Willy tidak bisa menemani, bahkan hanya untuk mengantar pun tidak sempat.

“Ye,.. anak buah ma harem lagi mudik. Ana ndak bise ikut, nganter aja ndak bise. Kata bos dikantor kondisi wilayah lagi rawan, jadi harus siaga penuh, ndak bise kemane-mane sampe abis lebaran topat.” Tutur Willy dengan logat bahasa khas Ampenannya.

Percakapan antara kicknews dengan Willy dilokasi berbuka bersama berakhir singkat, namun beruntung kicknews kembali sempat menemui Willy di teras rumah salah seorang rekan seangkatannya di wilayah Ampenan, sekitar pukul 21.30wita (3/7). Saat itu Istri Willy masih berada di tengah perjalanan dengan menggunakan bus antar kota dalam provinsi bersama anak semata wayang mereka. Ternyata mereka baru berangkat menuju kampung halaman untuk mudik lebaran, sore sebelum acara berbuka bersama dimulai. Willy hanya bisa mengantar mereka sampai “poll bus” saja.

“Ana anter tadi sore ke tempat naik bis. Takutnya kalo ditunggu besok penumpangnye nanti tambah padet. Kesian anak buah itu kan masih kocet.” Tambahnya sembari menyeruput kopi panas yang disajikan sang tuan rumah.

Tampak jelas ia tidak mampu membendung rasa kangen terhadap keluarga kecilnya itu. Meski baru berpisah beberapa jam saja. Terlebih saat mengingat bahwa lebaran nanti akan ia rayakan tanpa mereka. Terutama rindu terhadap anak laki-lakinya dan rasa khawatir akan kesehatan si buah hati yang baru pertama kali dalam hidupnya melakukan perjalan menempuh jarak yang cukup jauh.

Saat kicknews bertanya tentang alasanya memberi ijin istri dan anaknya untuk mudik lebaran, meski terlihat jelas berat kerinduan dan kekhawatiran itu tergaris di wajah Willy. Ini jawaban Willy,…

“kalo die disni juga nanti pas lebaran ana ndak bise nemenin, kan ana tugas siaga penuh pas lebaran ni. Paling cuma bise bedait semendaq pas kelemaq (hanya bisa bertemu sebentar di pagi saja, red). Trus ana tugas jage sampe malem, kan wilayah ana kawasan wisata hep, biasanya memang agak rawan. Jadi ye ndak pape dah die mudik ke bet mentoes yang due tu (tidak apa lah mereka berdua mudik kerumah mertua saja)” ungkap pria berusia 33 tahun itu sambil menarik nafas panjang dan tersenyum tipis. (hl)