BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Takut Dihukum…Berikut Cerita Dua Bhabinkamtibmas yang Berani Hadang Mobil Kapolda

Brigadir Ketut dan Brigadir Indra menerima penghargaan dari Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono
Brigadir Ketut dan Brigadir Indra menerima penghargaan dari Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono

kicknews.today Mataram – Tak secuilpun terbersit di benak Brigadir I Ketut Surya Ningrat dan Brigadir Indra Jaya Kusuma untuk berdiri mendampingi Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs.Umar Septono,SH,MH di sebuah apel, Senin (27/6) lalu, menerima penghargaan, kemudian dipuji luas akibat aksi nekadnya menghentikan mobil dinas jendral bintang satu itu. Siapa sebenarnya sosok dua anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) ini.?

Deru puluhan kendaraan semakin menambah panas suhu permukaan jalan Bypass Bandara Internasional Lombok, di ruas Desa Ungga Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah yang tengah proses pengaspalan. Terik matahari Rabu (22/6) Pukul 13.00 wita menambah cadas suasana siang itu. Brigadir Ketut dan Brigadir Indra tetap bertahan mengatur arus lalu lalang kendaraan yang ramai lancar. Peluh jangan lagi ditanya. Siang itu jalur Bypass BIL pengalihan arus, karna ruas sisi timur sedang di aspal.  Iring iringan rombongan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sudah lewat.

Brigadir Indra dikejutkan seorang nenek yang meminta disebrangkan. Nenek itu memang sempat dilihatnya berdiri menunggu ketika iring iringan rombongan tamu BIN ‘mengular’. Tanpa pikir panjang, Indra menuntun nenek tadi sembari memberi isyarat menghentikan laju kendaraan dari arah Lombok Barat. Dari arah berlawanan, Brigadir Ningrat juga menghentikan kendaraan dari arah berlawanan. Kendaraan didominasi dari BIL menuju Lobar – Mataram. Semua berhenti, termasuk Sedan Mitsubishi Lancer ber pelat bintang satu.

“Jatung saya berdegub pas lihat yang berhenti itu Mobil Kapolda,” kata Indra merekonstruksi kembali peristiwa jegat mobil Kapolda siang itu.

Setelah arus lancar kembali, baik Indra maupun Ningrat mengaku sempat tertegun, khawatir tingkat tinggi. Takut Kapolda marah. Tapi Indra lega. “Beliau buka kaca mobil dan kasi jempol,” kenang Indra, dan mengaku bangga. Rasa lelahnya sirna. Seorang jendral bintang satu tak keberatan ketika perjalanannya terhenti padahal saat itu mobil Kapolda sedikit tertinggal dari rombongan.

Empat hari kemudian Indra diberitahu atasannya di Polsek Praya Barat Daya agar hadir di Polda NTB, Senin (27/6). Sekujur tubuh Indra bergetar. Apalagi mendengar panggilan datang itu dari Kapolda NTB langsung. “Semalaman saya ndak bisa tidur. Mikirin. Apa kesalahan saya sama Ningrat waktu jegat mobil bapak Kapolda,” Indra gelisah.

Berbagai cara untuk membuang jauh jauh pikiran tentang kemungkinan terburuk pada nasibnya, pada karirnya, pada masa depan keluarganya. “Terus terang, saya sampai tadarusan supaya batin saya tenang,” tuturnya.

Sampai di Polda Senin pagi, pikiran berkecamuknya berbalik 180 derajad. Dia lega tidak dihukum bersama Ningrat, malah diberikan penghargaan sebagai Pelopor Revolusi Mental. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

I Ketut Ningrat, Bhabinkamtibmas yang Gelar Buka Puasa Bersama saat Indonesia Krisis Tolreansi

  Mataram – Anggapan sebagian orang, Indonesia sedang dilanda krisis toleransi. Kelompok, golongan, agama, seolah ...