Lapor, Suara Mercon di Ampenan Sementara Nihil

Kapolsek Ampenan, Kompol R Sudjoko A, Menunjukan petasan sitaan yang diamankan jajarannya.
Kapolsek Ampenan, Kompol R Sudjoko A, Menunjukan petasan sitaan yang diamankan jajarannya.

kicknews.today Mataram – Tidak seperti bulan ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, kini suara mercon atau petasan di wilayah Ampenan dan sekitarnya tidak banyak mengganggu kekhusyu’an masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan puasa ini.

Hal yang dirasakan ini tidak lepas dari kerja para polisi yang rutin menggelar patroli dan razia petasan di wilayah ini, seperti yang dilakukan oleh jajaran Polsek Ampenan sore tadi, Rabu (29/6) di beberapa titik tempat yang memang terindikasi sering kali berjualan petasan.

Kapolsek Ampenan, Kompol R Sudjoko Aman menerangkan disela razia yang digelar jajarannya bahwa tidak akan pernah lelah untuk menggelar patroli dan razia petasan ini untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Ini adalah kegiatan rutin yang ditingkatkan” kata Joko sambil memgang petasan besar hasil sitaannya dari pedagang di salah satu tempat perbelanjaan yang ramai pada bulan ramadhan di Ampenan.

Untuk razia petasan sendiri menurutnya akan terus digelar jajarannya sampai pada H+7 setelah lebaran. “Jadi razia yang kami lakukan ini akan terus dilaksanakan sampai usai lebaran nanti, sehingga kami harap perayaan hari raya Idul Fitri sampai lebaran ketupat suasana di Ampenan tetap nihil dari suara ledakan mercon yang mengganggu” ujarnya.

Saat dirinya mengangkat salah satu mercon besar, dia mengandaikan kalau petasan itu dibunyikan maka suaranya akan sangat menggelegar dan mengganggu terutama ketika ada warga yang memiliki bayi atau anak kecil.

Ditanya soal sumber petasan-petasan tersebut, Joko mengatakan bahwa sampai saat ini rata-rata pedagang mengaku kalau barang itu dibelinya dari beberapa distributor besar di wilayah Cakranegara Mataram.

“Kami tidak sampai ke ranah itu karena itu ditangani Polda, namun untuk pedagang disini kami imbau untuk tidak menjual kembali petasan seperti ini” lanjutnya.

Selain itu, dia juga mengancam kalau imbauan dari polisi tidak diindahkan maka dirinya tidak akan segan-segan melakukan penyitaan dan akan memanggil para pedagang tersebut ke kantornya untuk dilajutkan pemeriksaan dijalur hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Kalau kami temukan kembali maka jelas kami akan lakukan penyitaan dan akan memanggil pemiliknya ke kantor” pungkas mantan Kasubid PID Humas Polda NTB ini. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat