DPRD Nilai Proyek Rehabilitasi Jalan NTB Buruk. Apa Tanggapan PU?

Salah satu ruas pengerjaan rehabilitasi jalan di Mataram
Salah satu ruas pengerjaan rehabilitasi jalan di Mataram

kicknews.today Mataram, – Anggota Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat H Suharto menyoroti buruknya pengerjaan proyek rehabilitasi jalan protokol di Kota Mataram oleh Dinas Pekerjaan Umum NTB.

“Kita menyayangkan hasil pekerjaan proyek rehabilitasi jalan yang dilakukan Dinas PU NTB, karena tidak rapi, hasilnya tidak bagus dan terkesan acak-acakan,” kata Suharto di Mataram, Kamis (30/6).

Ia menuturkan, dari sejumlah ruas jalan protokol di Kota Mataram yang dikerjakan Dinas PU NTB banyak sisa pekerjaan rehabilitasi masih berserakan di sana-sini tanpa terurus.

“Kami tidak tahu apakah ini di sengaja dibiarkan begitu saja oleh kontraktor atau memang pihak Dinas PU yang memang membiarkan kontraktor pembangunan lepas tangan. Padahal, saat mereka meminta anggaran bagus, tetapi hasil pengerjaan buruk,” ucapnya.

Politisi Hanura ini mengatakan, mestinya di tengah persiapan jalur mudik dalam rangka Idul Fitri tahun ini, seluruh jalan yang ada dalam keadaan bagush. Artinya, semua jenis pekerjaan jalan dan alat-alat berat sudah tertata rapi sehingga tidak mengganggu estetika, apalagi mengganggu lalu lintas.

“Tetapi apa yang terjadi, di setiap jalan menjadi macet karena banyak material pengerjaan yang berada di badan jalan, kemudian alat-alat berat terpakir di sembarang tempat. Belum lagi kualitas drainase jalan yang dikerjakan buruk,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk anggaran Dinas PU NTB mendapat alokasi melalui APBD sebesar Rp640,2 miliar lebih atau 17,9 persen dari pagu APBD NTB sebesar Rp3,575 triliun lebih. Tidak hanya itu, untuk bidang bina marga yang memperoleh anggaran Rp207,5 miliar pada 2016 justru malah terkesan tidak profesional sehingga cenderung membuat malu pemerintah daerah di bawah kepemimpinan TGH M Zainul Majdi – Muhammad Amin tercitra buruk.

Namun demikian, dana sebesar itu, kata Suharto, tidak sepadan dengan realisasinya. Bahkan dia menyebut Dinas PU salah satu dinas yang “lelet”. Bagaimana tidak, dari 154 paket pengerjaan lewat Biro Administrasi Pembangunan senilai Rp460 miliar, masih ada 16 paket senilai Rp25 miliar yang belum dilelang.

“Sangat disayangkan realisasinya seperti ini. Kalau pun ada yang sudah dikerjakan, kualitasnya tidak bagus dan cenderung asal-asalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU NTB Wedha Magma Ardi mengatakan proyek fisik sudah terealisasi mencapai 30 sampai 50 persen. Adapun mendekati lebaran Idul Fitri pihaknya sudah menyiapkan tim untuk siaga dan diyakini tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Memang ada beberapa titik terdiri atas tiga titik pengerjaan jalan di Kabupaten Sumbawa dan dua titik di Pulau Lombok yang pengerjaannya masih berlangsung. Kalaupun di Mataram tinggal sedikit, bahkan dipercepat untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat nasional,” katanya.

Sementara, untuk pengerjaan rehabilitasi jalan akan dihentikan pada H-7 hingga H+7 lebaran. Tetapi kalau yang minor dan lokasinya tidak mengganggu tetap akan dikejakan.

“Yang jelas kita tetap siaga menyonsong Idul Fitri, termasuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat nasional di daerah ini,” kata Magma Ardhi. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat