Ahyar Siap Tinggalkan Golkar Demi Menuju Kursi Pemilihan Gubernur NTB

Walikota Mataram : "Jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan "Aman" (Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana) harus terus dikawal para simpatisan, kader dan masyarakat secara umum guna merealisasikan apa yang telah kami janjikan ke masyarakat, dengan kerja keras dan pelayanan maksimal," (kicknews)
Walikota Mataram  (kicknews)

kicknews.today Mataram – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menyatakan siap meninggalkan Partai Golkar jika ada peluang menuju kursi Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat dan tidak mendapatkan dukungan dari partai beringin tersebut.

“Jika ada peluang saya maju, tetapi Golkar tidak mendukung, saya tentu akan mencari partai lain yang siap mendukung saya ke NTB satu,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Rabu (29/6).

Meski demikian, saat ini Ahyar yang juga menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram ini belum dapat menyatakan kesiapannya maju ke NTB satu.

Bahkan dirinya belum berpikir ke arah itu meskipun sudah ada beberapa partai yang datang dan mengajaknya ke arah pencalonan.

Ahyar juga belum tahu mekanisme partai saat ini dan seperti apa ke depannya, sebab politik ini sangat dinamis.

“Pada waktunya, saya pasti akan menyampaikan siap atau tidaknya saya maju ke NTB satu. Persoalan mencalonkan bukan persoalan coba-coba atau main-main karena risikonya banyak.” katanya.

Sementara menyinggung tentang maraknya peredaran stiker pencalonanya ke NTB satu, Ahyar menyatakan tidak tahu menahu tentang masalah itu.

“Lillahitaala, saya tidak tahu siapa yang membuat dan saya juga tidak tahu sudah ada komunitas-komunitas yang dibentuk oleh masyarakat,” katanya bersumpah.

Hal itu dikemukakannya menyikapi maraknya stiker “NTB untuk semua TGH Ahyar Abduh calon Gubernur NTB”, dan beberapa komunitas masyarakat salah satunya “Semeton Ahyar”.

Ahyar menilai, hal itu merupakan sebuah ekspresi masyarakat yang sedang mencari figur calon pemimpin daerah ini setelah masa jabatan TGH M Zainul Majdi berakhir.

“Itu ekspresi masyarakat dan masyarakat boleh-boleh saja berekspresi,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat