BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pernah Ditinggal Investor, Legislator Minta MoU Soal Bangun Pelabuhan Ampenan

Pantai Ampenan
Pantai Ampenan

kicknews.today Mataram,- Ketua Komisi III Bidang Pembangunan, Sarana dan Prasarana Perkotaan DPRD Kota Mataram I Gede Wiska meminta usulan anggaran “sharing” pembangunan pelabuhan wisata harus disertai nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan investor.

“Kami tidak bisa memberikan dukungan anggaran, kalau nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah kota dengan investor belum ada ,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Pernyataan itu dikemukakanya menanggapi akan adanya usulan dana pendamping melalui APBD Perubahan 2016 untuk penataan kawasan bekas Pelabuhan Ampenan, karena investor dari Denpasar akan membangun pelabuhan wisata di kawasan Pantai Ampenan.

Wiska mengatakan, pada prinsipnya kalangan anggota DPRD tetap memberikan dukungan anggaran selama program itu dihajatkan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Akan tetapi, katanya, untuk masalah rencana pembangunan pelabuhan wisata ini, DPRD berharap agar eksekutif lebih selektif mencari investor yang serius karena dari pengalaman sebelumnya Pemerintah Kota Mataram sudah sering ditinggalkan investor.

“Untuk itu, kami tidak akan bisa memberikan dukungan anggaran jika pembagunan pelabuhan wisata itu hanya sebatas wacana dan tanpa disertai dengan nota kesepahaman,” katanya.

Dikatakannya, jika investor itu benar-benar serius membangun pelabuhan wisata, sebuah nota kesepahaman tidaklah berat bagi mereka.

“Nota kesepahaman itu akan menjadi kajian dan pertimbangan DPRD dalam merealisasikan usulan anggaran pendamping yang diajukan eksekutif,” katanya.

Sementara terkait dengan langkah eksekutif yang akan meminta jaminan dari investor sebagai bentuk keseriusannya berinvestasi di Kota Mataram, mendapat respons positif dari DPRD.

“Penetapan jaminan adalah salah satu langkah tepat yang diambil eksekutif guna menghindari adanya investor yang hanya menyampaikan wacana saja,” katanya.

Wiska menyakini jika pelabuhan wisata itu benar terealisasi, bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dalam berbagai bidang di kawasan tersebut.

“Apalagi aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan bekas pelabuhan saat ini masih sangat membutuhkan dorongan lebih maksimal,” ujarnya.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram Lalu Martawang sebelumnya mengatakan, sebagai sharing investor membuat pelabuhan pariwisata itu, pemerintah kota diminta untuk menyediakan ruang tunggu, air bersih, penataan parkir serta informasi dan transportasi yang bisa terkoneksi antara Ampenan, Senggigi dan tiga gili di Kabupaten Lombok Utara serta objek wisata lainnya.

Termasuk untuk penataan pedagang kaki lima (PKL) dan diharapkan jenis kuliner yang dijual tidak monoton akan tetapi lebih variatif sehingga wisatawan memiliki banyak menu pilihan kuliner khas daerah ini.

“Dengan demikian, kondisi ekonomi Ampenan bisa kembali bergerak meskipun hanya untuk pelabuhan wisata,” katanya.

Martawang juga mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan wisata diyakini dapat menghidupkan kembali kota tua Ampenan, apalagi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah mengeluarkan kebijakan melarang kapal cepat dari Bali ke tiga gili yakni Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan.

“Ini menjadi satu bukti bahwa pengembangan wisata Pulau Lombok tidak bisa parsial tetapi harus terintegrasi,” kata Martawang. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Eks Pelabuhan Ampenan Semakin Ramai tapi Tampak Semerawut

  Mataram – Sekitar lima bulan terkahir, jumlah pedagang di kawasan wisata Eks Pelabuhan Ampenan ...