Komisi I Mataram Dukung Penyidangan ASN Malas

Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

kicknews.today Mataram – Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq mendukung Badan Kepegawaian Daerah setempat yang akan menyidangkan aparatur sipil negara yang terbukti malas pada bulan Ramadhan 1437 Hijriah.

“Bulan puasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malas tetapi sebaliknya harus memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja, apalagi pada dinas/instansi pelayanan,” kata Fuad Sofian Bamasaq di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/6).

Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi rencana Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram untuk menyidangkan aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti indisipliner selama bulan puasa.

Berdasarkan data dari BKD, tingkat kehadiran ASN selama puasa relatif menurun dibandingkan biasanya bahkan hingga di bawah 96 persen, terutama untuk di Dinas Kebersihan dan Dinas Tata Kota.

Selama puasa, kata Fuad, dewan banyak menerima keluhan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui pesan singkat mengenai penurunan kinerja ASN terutama di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kelurahan, kecamatan dan puskesmas.

“Semestinya, puasa jangan menjadi alasan untuk melakukan tindakan-tindakan indisipliner apalagi selama bulan Ramadhan, pemerintah telah memberikan dispensasi jam kerja hingga lima jam dalam seminggu,” katanya.

Oleh karena itu sidang yang akan dilakukan oleh BKD jangan hanya sekedar seremonial, melainkan menjatuhkan sanksi sesuai aturans.

“Pelayanan pada bulan puasa seharusnya justru semakin meningkat, karenanya ASN harus mendukung program pemerintah dengan bekerja ekstra, dan jangan biarkan kantor pemerintah kosong,” katanya meminta.

Di sisi lain, Fuad begitu dia disapa, memberikan masukan kepada ASN agar bersikap amanah dalam melaksanakan tugas.

“Anggap saja kita bekerja sambil menunggu berbuka puasa,” katanya.

Di samping itu, ia mengusulkan agar sidang ASN diberikan juga terhadap ASN yang menambah libur Idul Fitri 1437 Hijriah.

“ASN tahun ini mendapat libur lebaran cukup panjang, sehingga harus dimanfaatkan maksimal agar bisa masuk tepat waktu karena masyarakat sudah menunggu lama untuk dilayani. Itu sudah menjadi konsekuensi dari ASN,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat