DPRD Minta ASN Terima Parsel Ditindak Tegas

Ilustrasi parcel tak layak
Ilustrasi parcel

kicknews.today Mataram – Anggota Komisi I Bidang Pemerintahan DPRD Kota Mataram Fuad Sofian Bamasaq meminta agar pemerintah daerah menindak tegas sesuai dengan aturan aparatur sipil negara yang menerima parsel.

“Aparatur sipil negara (ASN) mestinya memberi bukan menerima, apalagi tingkat kesejahteraan ASN saat ini sudah luar biasa,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (24/6).

Bahkan, lanjutnya, untuk meningkatkan kesejahteraan ASN, selain mendapatkan gaji ke-13 serta tunjangan-tunjangan kesejahteraan lainnya, tahun ini ASN juga mendapatkan gaji ke-14.

“Karena itu, jika sudah ada aturan melarang ASN menerima parsel, ASN hendaknya bisa mengindahkan dan menghormati aturan itu,” ujarnya.

Sebenarnya, menurut politisi dari PDI Perjuangan ini dengan adanya aturan ini, ASN dilindungi dari berbagai kemungkinan dan dampak negatif yang akan terjadi terhadap ASN.

Akan tetapi mental setiap individu ASN berbeda-beda, ada yang mau dilindungi dengan mengikuti aturan, tetapi ada juga yang tidak dengan melanggar aturan.

“Jika melanggar, otomatis pemerintah tentu sudah menyiapkan sanksi-sanksi yang harus diterima ASN sebagai konsekwensi dari tindakannya,” katanya Fuad begitu dia dipanggil.

Meski demikian, Fuad mengaku secara pribadi dirinya menilai larangan menerima parsel bagi semua ASN itu kurang adil karen mestinya harus dibedakan antara ASN yang punya jabatan dengan ASN yang tidak punya jabatan atau hanya sebagai staf.

Siapa tahu, katanya, karena simpati seorang staf ASN mendapatkan bingkisan atau parsel dari keluarga, atasannya atau orang yang merasa telah mendapat bantuan dari ASN tersebut.

“Kalau itu yang menjadi temuan, kan tidak adil, dan itu harus menjadi pertimbangan dan pemberian sanksi,” ujarnya.

Harusnya, kata dia, larangan tersebut lebih ditekankan kepada ASN yang memiliki jabatan.

“Jika ASN yang memiliki jabatan menerima parsel itu namanya tamak alias rakus,” kata Fuad menambahkan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat