Hindari Abrasi Pantai, Pemkot Mataram Bangun Jalan Layang Pinggir Pantai

gelombang tinggi yang menerjang pesisir pantai ampenan (photo: topan santoso)
gelombang tinggi yang menerjang pesisir pantai ampenan (photo: topan santoso)

kicknews.today Mataram – Rencana pembangunan jalan layang sepanjang sembilan kilometer pinggir Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu solusi antisipasi abrasi pantai yang menjadi masalah setiap tahun di kota ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Rabu (22/6), mengatakan pembangunan jalan layang sepanjang pantai juga dapat menjadi akses pariwisata dari Bandara Internasional Lombok (BIL) hingga ke kawasan Senggigi.

“Jalan layang pinggir pantai ini kita yakini bisa menjadi solusi bencana abrasi, sebab beberapa upaya sudah kita coba, hasilnya tidak maksimal,” katanya kepada wartawan.

Menurutnya, upaya yang telah dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya abrasi dan gelombang pasang antara lain memasang alat pemecah gelombang pada beberapa titik. Selain itu, membangun jalan pinggir pantai sekitar 700 meter di kawasan rawan abrasi seperti di Penghulu Agung, namun usaha itu juga tidak maksimal.

“Gelombang masih jauh lebih tinggi dari jalan yang kita bangun, karenanya jalan layang menjadi satu alternatif untuk mencegah abrasi,” ujarnya.

Menurutnya, rencana pembangunan jalan di sepanjang pinggir Pantai Ampenan saat ini sudah masuk menjadi program nasional.

“Jadi apa yang diwacanakan pemerintah kota untuk membangun jalan di pinggir pantai sudah menjadi program strategis dan isu nasional,” katanya.

Mahmuddin mengatakan, informasi tentang rencana pembangunan pinggir pantai tersebut masuk dalam salah satu program strategis pemerintah setelah pemerintah kota melakukan pertemuan langsung dengan Gubernur NTB.

“Saat kami membahas tindak lanjut rencana pembangunan jalan pinggir pantai itu, ternyata pemerintah provinsi sudah mengusulkan ke pemerintah pusat dan akan masuk dalam pembahasan musrenbang nasional 2017,” sebutnya.

Bahkan, lanjutnya, pembangunan jalan itu tidak hanya di sepanjang Pantai Ampenan melainkan akan diteruskan hingga ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur. “Dengan demikian, jalan pinggir pantai ini ke depan akan menjadi akses jalan ‘bypass’ untuk memudahkan wisatawan menuju sejumlah objek wisata di daerah ini,” katanya.

Ia mengatakan, dalam proses pembangunan jalan pinggir pantai itu, pemerintah kota telah menuntaskan tugas awalnya yakni membuat dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

“Amdal sudah kita serahkan ke provinsi sebagai dasar membuat DED (detail engineering design) dan rencana pembangunan fisik,” katanya.

Diharapkan, tahun 2018 pelaksanaan proyek fisik pembangunan jalan layang sudah bisa dimulai. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat