in

DPRD Kota Mataram: Peluang Kebocoran Retribusi Parkir Masih Ada

ilustrasi juru parkir
ilustrasi juru parkir
ilustrasi juru parkir

kicknews.today Mataram – Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Mataram H Muhamad Zaini menyebutkan, peluang kebocoran pendapatan daerah dari retribusi parkir di kota ini masih ada .

“Itu terjadi karena Perda 7/2015 tentang Pengelolaan Parkir belum dilaksanakan secara maksimal,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/6).

Hal itu terbukti, kata politisi Partai Demokrat ini, sampai saat ini masih banyak titik parkir tepi jalan yang tidak memberikan karcis parkir terhadap para pengguna jasa parkir. Dikatakan, belum maksimalnya pelaksanaan perda tersebut memberikan peluang terjadinya kebocoran terhadap pendapatan daerah yang bersumber dari retribusi parkir terutama parkir tepi jalan.

“Kalau karcis tidak diberikan, sama aja artinya kita tidak bisa mengontrol berapa pendapatan setiap titik parkir, bahkan jika hasil parkir masuk kantongpun kita tidak tahu,” sebutnya.

Karena itu, katanya, dalam hal ini Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) selaku penanggung jawab dari parkir bisa lebih gencar dan gesit lagi menangani masalah parkir. Dengan demikian, apa yang diharapkan terhadap target pendapatan parkir tepi jalan bisa terealisasi.

“Apalagi, sudah dua tahun berurut-urut target parkir tidak tercapai padahal targetnya hanya sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Sementara potensi parkir tepi jalan saat ini cukup besar hingga mencapai 587 titik, jumlah itu tentu bisa terus bertambah seiring dengan pesatnya pertumbuhan investasi di kota ini. Terkait dengan itu, dia berharap Dishubkominfo dapat lebih maksimal lagi melaksanakan perda tersebut, termasuk lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bila perlu setiap titik parkir Dishubkominfo membuat spanduk yang meminta masyarakat tidak membayar parkir jika tidak menerima karcis dari juru parkir,” katanya.

Ia menilai, dalam hal ini masyarakat juga diminta aktif sebab karcis parkir yang diberikan sangat penting terutama ketika terjadi kehilangan kendaraan. Dalam perda telah diatur, jika terjadi kehilangan kendaraan pada satu titik lokasi parkir akan menjadi tanggung jawab orang/badan yang mengelola tempat parkir berupa ganti rugi paling banyak 50 persen dari nilai jual kendaraan yang hilang.

“Untuk itu masyarakat juga jangan mau membayar parkir jika tidak ada karcis parkirnya,” katanya. (ant)

What do you think?

1000 points
Upvote Downvote