BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

70 Persen IKM Pangan Mataram Bersertifikat Halal

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram IGA Yuliani menyebutkan, sekitar 70 persen industri kecil menengah olahan pangan di kota ini sudah memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

“Sementara sisanya masih dalam proses, dan kami terus membina agar para IKM pangan olahan bisa memiliki sertifikat halal,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/6).

Pernyataan itu dikemukakannya di sela melakukan kunjungan sekaligus pembinaan kepada pengusaha IKM kue kering Lebaran di Kelurahan Dasan Agung dan Ampenan Tengah. Sejumlah IKM pangan terutama untuk kue Lebaran dan kue berbuka puasa yang didatangi tim dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram rata-rata belum memiliki sertifikat halal, serta berbagai persyaratan sebuah produksi olahan pangan seperti label dari Dinas Kesehatan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

“Kedatangan kami ini satu upaya mendukung pengusaha kecil memiliki sertifikat halal serta label-label lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, dengan memiliki berbagai label pengesahan dari pihak-pihak terkait itu akan membuka peluang para pengusaha lebih besar dalam upaya mengembangkan usaha mereka. Apalagi saat ini pasar-pasar modern di kota ini sudah banyak dan siap menampung hasil produksi pangan olahan IKM, asalkan memenuhi standar yang ditetapkan pasar modern.

“Untuk sertifikat halal ini, kami hanya bisa membantu sekitar 15-20 IKM per tahun, itupun bantuan dari pemerintah provinsi sementara dari pemerintah kota belum ada,” katanya.

Dikatakan, biaya untuk pembuatan sertifikat halal ini memang sedikit mahal yakni sekitar Rp3 juta, sementara untuk label-label lainnya relatif lebih murah sehingga bisa diurus sendiri orang IKM.

“Karena itulah, pemerintah provinsi memberikan pelayanan gratis pembuatan sertifikat halal hanya kepada beberapa IKM saja, sementara IKM yang belum bersertifikat halal lebih dari 100,” katanya.

Yuli Trisnawati salah satu pengusaha kue kering di Dasan Agung mengaku, belum dapat mengurus sertifikat halal dari MUI karena biaya yang dikeluarkan relatif mahal.

“Tiga juta itu bagi kami IKM tentu tidaklah kecil, harapan kami pemerintah kota bisa memberikan pelayanan gratis kepada IKM untuk mendukung tumbuh kembang IKM,” katanya.

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Perhatikan Agendanya dulu..! Jokowi ke IC Pakai Celana, ke Mall Pakai Sarung

  kicknews.today – Cara berpakaian presiden Republik Indonesia, Ir. H Joko Widodo saat melaksanakan kunjungan ...