Jadilah yang Pertama Tau

Pembayaran Gaji Ke-14 di Mataram Tunggu Keputusan Presiden RI

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Mataram Yance Hendra Dirra mengatakan, pembayaran gaji ke-14 atau tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara masih menunggu aturan berupa Keputusan Presiden RI.

“Kalau regulasi kita terima pekan ini, kami segera membayar sebab anggaran untuk pembayaran gaji ke-14 dan ke-13 sudah siap,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Selasa (21/6).

Besaran anggaran yang disiapkan untuk membayar gaji ke-14 sebesar Rp26,3 miliar begitu juga dengan gaji ke-13, sehingga total dana yang disiapkan sebesar Rp52,6 miliar bagi 6.700 orang aparatur sipil negara (ASN) di kota ini.

“Gaji ke-14 dibayarkan lebih dulu, karena untuk tunjangan hari raya (THR) dan direncanakan terbayar bulan Juni ini, sedangkan gaji ke-13 dibayarkan bulan Juli dihajatkan membantu biaya masuk sekolah pada tahun ajaran baru,” katanya menjelasakan.

Pemberian gaji ke-14 baru pertama kali diberikan oleh pemerintah sebagai kompensasi tidak adanya kenaikan gaji ASN tahun 2016.

“Biasanya setiap tahun gaji ASN naik secara berkala sekitar tiga hingga enam persen,” katanya.

Dikatakan, setiap tahun gaji ke-13 diberikan utuh sesuai dengan gaji pokok setiap bulan tanpa adanya pemotongan apapun.

Sedangkan untuk gaji ke-14, hingga saat ini petunjuk teknis pencairannya masih menunggu Keputusan Presiden, apakah dalam keputusan itu sama dengan pembayaran gaji ke-13 atau tidak.

“Kita belum tahu potongan-potongan apa saja yang dipebolehkan saat pembayaran gaji ke-14, atau tidak boleh ada potongan seperti gaji ke-13 yang diterima utuh,” katanya.

Karena itu, baik untuk pencairan gaji ke-13 maupun ke-14, katanya, pihaknya masih menunggu petunjuk dan aturan dari pemerintah agar sistem pencairan tidak menyalahi ketentuan.

Sementara itu, Yance mengatakan untuk 2016 pemerintah kota tidak mengalokasikan anggaran gaji ke-14 bagi tenaga honorer dan pegawai tidak tetap (PTT).

“Yang kita anggarkan adalah hanya gaji ke-13, sesuai dengan standar gaji yang diterima yakni Rp1,2 juta perbulan,” ujarnya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat