Jelang Mudik Dishubkominfo Mataram Buka Posko Angkutan Terpadu di Terminal Mandalika

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan membuka posko angkutan terpadu untuk melayani para pemudik di Terminal Mandalika.

“Posko angkutan terpadu ini mulai kita buka pada H-7 sampai H+7 Idul Fitri 1437 Hijriah,” kata Kepala Bidang Operasi Pengendalian Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Selasa (21/6).

Dikatakan, posko angkutan terpadu akan melibatkan beberapa pihak terkait, antara lain, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Badan Narkotika Nasional Kota Mataram, Jasa Raharja, serta Organisasi Angkutan Darat.

“Tim ini akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Dinas Kesehatan, misalnya, akan memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan gratis kepada penumpang maupun awak angkutan umum yang datang maupun pergi.

Jajaran Polri dan TNI bertanggung jawab menciptakan kondisi aman dan nyaman di kawasan terminal sehingga para pemudik bisa melakukan perjalanan dengan lancar.

Sedangkan tim dari Jasa Raharja akan menyampaikan informasi publik seputar angkutan lebaran, serta informasi-informasi penting lainnya.

“Posko angkutan terpadu ini sekaligus menjadi pusat informasi bagi para pemudik,” katanya.

Khusus untuk BNNK, lanjut pria yang disapa Mahfuddin ini, akan memeriksaan uji narkoba melalui tes urine kepada para sopir angkutan Lebaran.

“Sebelum sopir diizinkan membawa bus mudik, sopir harus melakukan tes urine sopir Kepala BNNK Mataram Nur Rachmat mengatakan, tes urine semua sopir angkutan mudik bertujuan untuk memastikan para sopir bebas dari pengaruh narkoba dan alkohol.

Di samping melibatkan dokter, katanya, ada tim asesmen untuk menentukan boleh tidaknya seorang sopir yang terindentifikasi sudah mengonsumsi obat-obatan keras, membawa pemudik.

“Selain narkoba, beberapa jenis obat-obatan keras juga bisa terdeteksi dan pempengaruhi kondisi para sopir,” katanya.

Sementara, katanya, untuk sopir yang terdeteksi positif berada di bawah pengaruh narkoba dan alkohol, tim BNNK akan mengusulkan sopir pengganti kepada perusahan bersangkutan.

Dalam melaksanakan tes urine, BNNK bekerja sama juga dengan perusahan angkutan bus untuk mengetahui seberapa banyak sopir yang akan melakukan perjalanan.

“Sopir positif berada di bawah pengaruh narkoba dan alkohol tidak tidak bisa diberi izin mengemudi karena dapat membahayakan penumpang,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat