Kejaksaan Berikan Tuntutan “Maksimal” Bagi Terdakwa Narkoba

ilustrasi
ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, komitmen akan memberikan tuntuan “maksimal” atau hukuman seberat-beratnya bagi para terdakwa narkoba.

“Sesuai dengan instruksi pimpinan, beliau telah menggariskan bahwa hukuman bagi para pelaku yang terjerat kasus narkoba diupayakan maksimal,” kata Kajati NTB Tedjolekmono di Mataram, Senin (20/6).

Hal sependapat, kata dia, juga telah disampaikan oleh Gubernur NTB TGH Zainul Majdi secara langsung kepadanya. Saat Tedjolekmono mendapat kesempatan bertatap muka dengan orang nomor satu di lingkup pemerintahan NTB itu.

“Sewaktu kami bersilaturahim dengan Gubernur NTB, beliau menyampaikan atensinya terhadap kejahatan narkoba dan meminta agar hukumannya diupayakan maksimal,” ujarnya.

Terkait pernyataan tersebut, Tedjolekmono telah membicarakannya dengan seluruh jajaran Kejati NTB, khususnya di bidang pidana umum, yang juga menangani perkara narkoba.

“Persoalan ini yang menjadi salah satu fokus kami ke depannya,” ucap Tedjolekmono.

Bukti keseriusan dalam menangani perkara ini pun, dikatakannya bahwa Kejati NTB telah melakukan pendataan ulang terkait perkara yang kini memang menjadi fenomena di skala nasional itu.

“Sesuai dengan instruksi pusat, Indonesia dinyatakan telah memasuki era darurat narkoba. Untuk itu kejaksaan telah berkomitmen, dalam hal ini Kejati NTB, akan memberikan atensi terhadap penanganan perkara yang berkaitan dengan narkoba,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, persoalan narkoba di NTB yang banyak merambah ke pidana ini, dinilainya bergantung pada peran masyarakat. Apalagi melihat NTB yang dikenal dengan beragam destinasi wisatanya, tentu hal tersebut adalah bagian dari konsekuensi NTB yang sudah menyandang gelar primadona wisata.

“NTB, khususnya Lombok, sudah terkenal kaya akan destinasi wisatanya, banyak wisatawan asing yang datang berkunjung, dan ini membawa konsekuensi bagi masyarakat. Ada kemungkinan arus barang terlarang masuk melalui mereka,” katanya.

Untuk itu, Tedjolekmono mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menyikapi kondisi tersebut dengan bijaksana. “Kita harus mewaspadainya bersama, tidak hanya menuntut peran dari penegak hukum dan pemerintah saja, melainkan peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam memerangi peredaran narkoba ini,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat