in

Kepolisian Siap Kawal 120 Kafilah Mataram Saat Pawai Malam Takbiran

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Panitia Pawai Takbiran Idul Fitri 1437 Hijriah tingkat Kota Mataram Lalu Fathurrahman menjadwalkan sedikitnya 120 kafilah berpartisipasi dalam lomba pawai malam takbiran di ibu kota Nusa Tenggara Barat.

“Ke-120 kafilah itu berasal dari kelompok-kelompok remaja masjid untuk menyambut Idul Fitri dengan gema takbir dan tahmid,” katanya di Mataram, Senin (20/6).

Menurutnya, jumlah peserta lomba pawai takbiran itu berdasarkan hasil pertemuan teknis pada akan akhir pekan kemarin bersama puluhan calon peserta lomba, dan jajaran TNI serta Polri.

“Jumlah peserta pawai ini diperkirakan akan terus meningkat, karena masih ada lingkungan yang belum mendaftarkan kafilahnya,” katanya.

Dalam kegiatan pertemuan teknis, katanya, pembahasan lebih difokuskan padp keamanan dan kelancaran pawai.’ Polri dalam kesempatan tersebut menyatakan siap mengawal kafilah dari kelurahan masing-masing hingga balik lagi.

“Jadi satu kafilah atau rombongan pawai, akan dikawal dua hingga tiga anggota polisi, sejak mulai keluar dari lingkungan hingga balik lagi ke lingkungan masing-masing,” katanya.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan pawai takbiran, sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, semua nama dan nomor telepon koordinator pawai takbiran atau ketua remaja masjid calon peserta sudah diminta aparat kepolisian.

“Tujuannya, untuk memudahkan koordinasi sebelum, saat dan setelah pelaksanaan pawai takbiran,” katanya.

Di sisi lain, panitia juga telah menyampaikan beberapa aturan yang harus ditetapkan, antara lain kafilah dilarang membawa dan membunyikan petasan, kembang api dengan daya ledak tinggi atau sejenisnya.

“Jika terbukti ada, kami akan memberikan sanksi mulai dari pengurangan dinilai hingga diskualifikasi,” katanya.

Sementara lanjut Fathurrahman yang juga menjabat sebagai Kasubag Sandi dan Telekomunikasi Kota Mataram, dalam penilaian, masing-masing dewan juri melakukan penilaian terhadap tiga kriteria yakni semarak takbir meliputi vokal, lagu takbir, harmonisasi lagu, dan jumlah peserta.

Selanjutnya kekompakan, dengan penilaian meliputi keutuhan, kerapian, ketertiban serta keamanan barisan. Sedangkan untuk kriteria penilaian dari segi kreativitas penilai dilakukan antara lain meliputi penampilan dan komposisi peserta.

“Penilaian kreativitas sangat penting karena dari hasil kreasi peserta akan terlihat kekompakan remaja masjid yang ditunjukkan dengan jumlah lampion dan miniatur masjid yang dibuat oleh para peserta yang ikut diarak sambil menggemakan takbir, tasbih dan tahmid di sepanjang jalan,” katanya.

Apalagi, hasil kreasi remaja masjid yang menjadi pemenang lomba pawai takbiran akan dipamerkan di sepanjang Jalan Udayana dalam rangka menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional ke-26, mulai 29 Juli 2016 di Islamic Center. (ant)