Pakai Mobil Pribadi, Aksi Kawanan Maling Digagalkan Sejumlah Bocah

Ilustraasi maling ditangkap bocah
Ilustraasi maling ditangkap bocah

kicknews.today Lombok Barat – Beragam modus pencurian dijalankan para pencuri untuk memuluskan aksinya. Kali ini, segerombolan maling berpura pura hendak mengangkut barang seolah olah membantu pemilik rumah untuk pindahan.

Kejadian ini menimpa Andy, warga di Perumahan Lingkar Asri, Desa Bajur Kecamatan Labuapi Lombok Barat, Jumat (18/6) malam lalu. “Saya malam itu ndak di rumah, lagi kerja. Di rumah cuma anak saya sendirian. Istri saya di Lombok Timur,” kata Andy, manager sebuah warung di wilayah Cakra ini.

Waktu itu sekitar Pukul 19.30 Wita. Pelaku menggunakan mobil Toyota Avanza, salah satu jenis mobil yang dikenal penggunaannya untuk kepentingan pribadi. Tapi oleh pelaku, diduga dipakai mencuri. Menurut kesaksian Dae Basar, saat itu dia duduk depan kontrakannya di Blok F RT.01 Perumahan tersebut. Dilihatnya ada dua orang dalam mobil Avanza warna hitam, dalam posisi bergerak mundur. Satu orang lagi menggunakan Honda Scoopy mengarahkan mobil.

“Mundur terus terus, mundur,” kata Dae Basar menirukan instruksi dari penunggang sepeda motor. “Yang pake motor pasang penutup muka, ndak bisa saya kenali,” kata mahasiswa asal Donggo, Kabupaten Bima ini.

Setelah tiba persis di depan rumah Andy di Blok yang sama nomor 019, diduga para pelaku hendak mengambil sejumlah barang berharga. Khairul Anam, tetangga Andy menuturkan, barang barang berharga seperti televisi, rice cooker, tape, kipas angin, dan sejumlah barang elektronik lainnya rupanya sudah ditumpuk di depan teras.

“Jadi mereka tinggal angkut,” aku Anam. Ketika akan mengangkut barang curian, saat bersamaan Iksan bocah 11 tahun pulang tarawih, bergerombol bersama belasan teman sebayanya sembari meledakkan kembang api.

Rupanya kedatangan Iksan, anak dari Andy mengganggu aksi para pelaku. Takut ketahuan, para pelaku pun kabur dan meninggalkan begitu saja barang barang elektronik tadi. Sampai dengan pelaku kabur, Dae Basar pun tak sadar bahwa Avanza dan pengendara motor yang melintas santai di depannya adalah pencuri.

Mereka baru sadar ada percobaan pencurian setelah Iksan mengadu ke tetangganya barang barang elektronik sudah menumpuk di depan pintu. Ketua RT 01 Syamsudin yang mendapat laporan kejadian itu, langsung berkoodinasi dengan warga lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Meski kejadian ini tidak dilaporkan ke Polisi, namun dia sudah berkoordinasi juga dengan Bhabinkamtibmas untuk membantu pembinaan keamanan di RT dan lingkungan setempat.

“Ini modus baru saya lihat. Kalau warga ndak waspada, sulit membedakan mana pencuri dan bukan,” kata Syamsudin.

Karena beberapa pengalaman di perumahan itu, pencuri terkadang menyamar sebagai tukang terali, sehingga tetangga tak menaruh curiga apapun. “Setelah pemilik rumah pulang, pagar besinya hilang.baru sadar itu pencurian,” tutur Syamsudin. Atas kejadian yang nyaris menimpa warganya di Blok F itu, Syamsudin akan menggelar rapat antisipasi keamanan, apalagi jelang lebarang diperkirakan akan semakin rawan. Kabid Humas Polda NTB AKBP Dra. Tribudi Pangastuti,MM berharap modus modus baru kejahatan curas, curat dan curanmor.

“Pelaku semakin lama semakin melancarkan modus modus baru. Ini yang semakin harus diwaspadai masyarakat,” ujar Tribudi. Meningkatkan kewaspadaan menurutnya memang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga rumah dan lingkungannya masing dari aksi kejahatan pencurian, apalagi menjelang lebaran yang selalu trend kejahatan meningkat. Berkoordinasi dengan Polisi, khususnya Bhabinkamtibmas di desa atau kelurahan masing masing untuk sama sama mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat