Ups…Minat Baca Masyarakat NTB Masih Rendah

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Nusa Tenggara Barat H Imhal mengakui minat baca masyarakat di daerah itu hingga saat ini masih rendah dibanding daerah lain di Indonesia.

“Secara nasional, dilihat dari rata-rata provinsi di Indonesia, minat baca masyarakat NTB masih rendah,” kata Imhal di Mataram, Jumat (17/6).

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan jumlah pengunjung yang mendatangi Perpustakaan dan Arsip NTB 966.015 orang hingga akhir tahun 2015 lalu.

Dengan melihat indeks kegemaran membaca dan infrastruktur yang tersedia di lokasi, kajian tertinggi terdapat di Kota Mataram yang peminatnya mencapai 51,04 persen.

“Dari 10 kabupaten/kota di NTB, hanya Kota Mataram yang cukup tinggi minat membaca dibanding yang lain,” ujarnya.

Namun meski NTB diwakili kota Mataram, angka itu masih kalah sedikit bila dibandingkan animo warga Kota Surabaya yang kini menduduki peringkat pertama indeks kegemaran membaca, yakni 53,76 persen.

Meski demikian, Imhal mengatakan minat membaca warga Mataram dinilai masuk katagori cukup baik. Hal ini menyusul jumlah pengunjung yang mendatangi Perpustakaan dan Arsip milik Pemprov NTB cukup tinggi.

Ia mengatakan, sejumlah upaya untuk meningkatkan minat baca warga telah dilakukan. Program itu di antaranya peningkatan jumlah koleksi bahan pustaka sesuai kebutuhan, mempermudah akses bahan pustaka melalui pengembangan perpustakaan desa/kelurahan, rumah ibadah, komunitas, serta pondok pesantren (ponpes).

Bahkan, pengembangan sistem perpustakaan dengan berbasis IT dan perpustakaan keliling juga telah coba dilakukan. Namun masih saja ada kendalanya yang terjadi di lapangan, terutama terkait keberlangsungan pengelolaan perpustakaan baik di desa/kelurahan hingga di masjid-masjid.

Karena itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB itu menyatakan, pihaknya hanya bersifat mengirimkan buku bacaan sebagai koleksi perpustakaan desa/kelurahan. Sementara, pengelolaannya dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota.

Menurut Imhal, sudah ada kesepakatan dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dengan pemerintah kabupaten/kota baru-baru ini, terkait pengelolaan perpustakaan di desa/kelurahan, operasionalnya bisa didukung dari dana desa.

Ia mengatakan, saat ini jumlah koleksi perpustakaan NTB mencapai 311.096 eksemplar dengan 95.984 judul buku yang dimiliki. Sedangkan, khusus perpustakaan digital berjumlah 12.648.373 koleksi dengan pengembangan perpustakaan keliling menjangkau 195 pos.

“Koleksi buku ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Tapi sayangnya sejak dua tahun terakhir, tidak ada bantuan dari APBN melalui Kantor Perpustakaan Nasional ke NTB dan daerah lainnya di Indonesia. Kalau pun dari daerah buku-buku dibagikan sesuai kebutuhan keseharian masyarakat,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat