BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polisi dan BBPOM Diminta Intens Awasi Pangan Berbahaya

dr Hamsu Kadrian Sp, THT, M Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Unram (ist)
dr Hamsu Kadrian Sp, THT, M Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Unram (ist)

kicknews.today Mataram – Sidak berulangkali dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram melibatkan sejumlah instansi terkait. Seperti Disperindag, Kepolisian, termasuk Yayasan Perlindungan Konsuman (YPK). BBPOM diharapkan terus intens mengawasi makanan dan minuman berbahaya dan bila diperlukan, harus ada tindakan tegas melibatkan aparat kepolisian.

Sebab masih ditemukannya makanan yang mengandung zat berbahaya di sejumlah titik di Kota Mataram, dikhawatirkan, jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan menyebabkan kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Menurut pemerhati masalah kesehatan dari Unversitas Mataram, dr. Hamsu Kadriyan, Sp. THT., Ramadhan tingkat konsumsi pangan memang sedang tinggi.

Namun dari sisi kebutuhan konsumen, banyak juga yang tidak mengetahui bahwa ini bahan berbahaya, karena penampakannya sama saja dengan makanan biasa. “Masyarakat umum (konsumen) yang paling dirugikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahan-bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, Rodamin B dan zat pewarna, yang seharusnya tidak untuk makanan, bersifat karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Ia mengingatkan, diperlukan kehati-hatian, baik dari sisi konsumen, produsen, maupun penjual serta stakholders terkait. Agar jangan sampai bahan-bahan berbahaya itu masuk ke makanan yang seharusnya bebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut.

“Prinsipnya memang harus ada pemantauan rutin. Baik dari Balai POM, penindakan dari kepolisian,” harapnya. Hamsu menekankan, perlunya pengaturan terkait pemantauan itu. Sehingga adanya kesadaran dari pihak-pihak terkait, terutama dari produsen makanan. Supaya tidak dengan sengaja memasukkan bahan-bahan berbahaya. “Perlu kesadaran kita bersama,” tegasnya. Harapannya ini tidak lepas dari hasil sidak yang seringkali dilakukan,termasuk baru baru ini. Dari sidak makanan berbuka puasa atau takjil di tiga titik di Kota Mataram, masih ditemukan sejumlah makanan mengandung zat berbahaya. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Menilik Tradisi Sambut Ramadhan dan Pertanyaan Apa Dalilnya?

  Di bumi Nusantara, kaum Muslimin memiliki beragam tradisi bergembira untuk menyambut datangnya bulan suci ...