ASITA: Toilet di Destinasi Wisata NTB Masih Minim

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram – Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Barat mengeluhkan masih minimnya sarana infrastruktur penunjang seperti toilet dan kamar ganti di sejumlah objek wisata di daerah itu.

“Kita ambil contoh saja di objek wisata sekelas Gili Trawangan, untuk kamar ganti pakaian bagi wisatawan dan toilet saja kita susah dapatkan. Kalau pun ada kondisinya sudah rusak,” kata Pengurus Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) NTB Haris di Mataram, Jumat (17/6).

Menurut dia, meski terlihat sepele, namun bagi wisatawan tersedianya toilet dan kamar ganti sangat penting ketika berada di sebuah objek wisata.

“Mengapa ini(toilet dan kamar ganti) penting, karena itulah yang dicari wisatawan ketika berada di destinasi wisata. Tanpa ada itu di objek wisata maka wisatawan pun enggan untuk datang kembali,” katanya.

Ia mengatakan, minimnya fasilitas toilet dan kamar ganti itu tidak hanya di objek wisata sekelas Gili Trawangan. Tetapi, di objek wisata lain juga mengalami nasib yang sama.

Menanggapi itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal tidak memungkiri jika di sejumlah destinasi wisata, terlebih sekelas di Gili Trawangan masih tanpa toilet.

Namun, dirinya menegaskan di tahun ini pihaknya telah mengalokasikan 18 paket pengerjaan revitalisasi kawasan wisata, termasuk di tiga Gili Trawangan, Air dan Meno di Kabupaten Lombok Utara.

Selain itu, beberapa destinasi lain seperti di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pantai Kuta dan pantai Aan di kabupaten Lombok Tengah yang merupakan bagian dari destinasi wisata terpadu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Selanjutnya pantai Ampenan di Kota Mataram, Senggigi Lombok Barat, Aik Nyet di Kecamatan narmada kabupaten Lombok Barat.

Di tahun 2015, pemerintah provinsi NTB merevitalisasi 30 paket destinasi wisata, menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan sebesar Rp8,5 miliar. Selain bantuan dari alokasi APBD, NTB juga dibantu pemerintah pusat melalui alokasi dana APBN sebesar Rp10 miliar yang akan diberikan kepada tujuh kabupaten/kota.

Ke 30 paket revitalisasi destinasi wisata itu, di antaranya berada di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat