in

Agen FBI Periksa Laki-Laki Anggota Masjid Orlando

FBI
FBI
FBI

kicknews.today Orlando, Florida, AS, – Para penyidik dari FBI, Sabtu WIB memeriksa seorang anggota mesjid di Orlando, yang sering dikunjungi Omar Mateen yang menembak mati 49 orang di sebuah klub malam gay.

Penyidik FBI menindaklanjuti informasi yang menyebutkan bahwa Omar Mateen mempunyai masalah perilaku yang kronis selama masa mudanya.

Sebuah catatan akademis yang diperoleh Reuters memperlihatkan bahwa Mateen sering kena hukum skorsing saat masih menjadi pelajar, dua kali diantaranya akibat berkelahi, sebelum kemudian dipindahkan ke sekolah khusus.

Mateen, anak muda berusia 29 tahun yang bekerja sebagai satpam swasta, akhirnya ditembak mati oleh polisi pada 12 Juni setelah secara membabi buta melepaskan tembakan yang menewaskan 49 orang.

Aksi penembakan tersebut tercatat sebagai yang paling mematikan dalam sejarah AS modern.

Mantan istri pertama Mateen menceritakan bahwa suaminya adalah sosok pria yang mempunyai masalah dalam kondisi mental, serta temperamental.

Pihak lain yang mengaku kenal Mateen mengatakan bahwa Mateen adalah seorang warga negara AS kelahiran New York keturunan imigran Afghanistan dan mempunyai pribadi pemdiam, kurang bersosialisasi.

FBI sebelumnya menyatakan telah mewawancarai Mateen pada 2013 dan 2014 karena dicurigai punya hubungan dengan jaringan militan ISIS, tapi kemudian menyimpulkan bahwa Mateen bukanlah orang yang berbahaya.

Agen FBI kemudian mengalihkan perhatian kepada salah seorang rekan Mateen yang sering mendatangi mesjid di dekat rumahnya.

Menurut Omar Saleh, seorang pengacara untuk Dewan Hubungan Islam Amerika, dua orang anggota FBI menanyai rekan Mateen selama 30 menit menjelang sholat Jumat.

“Kami bertemu beberapa agen,” kata Saleh yang menolak untuk menjelaskan jati diri rekan Mateen yang ditanyai penyidik FBI tersebut.

Mereka mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian (penembakan) Minggu lalu,” katanya.

Sementara itu upacara pemakaman diadakan di sekitar Florida dan di Puerto Riko, tempat asal sebagian korban.

Para pelayat tampak berduka dan saling berpelukan saat pemakaman Kimberly Morris (37) di Kissimmee, Florida.

Kondisi yang sama juga terjadi di saat pemakaman Angele Candelario-Padro (28) di kampung halamannya Guanica, Puerto Riko. (ant)