Ini Dia 5 Destinasi Wisata Andalan Mataram Untuk Peserta MTQ Nasional

sebuah cidomo melintas di Ampenan
sebuah cidomo melintas di Ampenan

kicknews.today Mataram, – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat H Lalu M Faozal telah mengidentifikasi lima destinasi Kota Mataram menjadi tujuan “city tour” peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tahun 2016.

“Kami telah melakukan identifikasi lima destinasi yang ada di Kota Mataram yang diusulkan sebagai titik kunjungan wisata kota (city tour) peserta MTQ,” katanya dalam rapat persiapan program “city tour” peserta MTQ di Mataram, Kamis (16/6).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Disbudpar Provinsi NTB dihadiri Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana beserta pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait lingkup Kota Mataram.

Selain itu, para camat lingkup Kota Mataram yang wilayahnya menjadi destinasi kunjungan peserta, serta dua camat dari Lombok Barat yang wilayahnya juga termasuk dalam tujuan “City Tour” MTQ Nasional 2016 yaitu Camat Senggigi dan Camat Gunung Sari Lombok Barat serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Faozal, lima destinasi di Kota Mataram itu adalah, Kota Tua Ampenan sebagai destinasi “heritage” atau warisan, Sayang-Sayang untuk ekonomi kreatif yang mengandalkan industri cukli sekaligus memiliki pasar seni.

Kemudian, Sekarbela yang dikenal dengan kerajinan emas perak mutiara, dan Loang Baloq serta Taman Mayura sebagai destinasi bernuansa religi.

“Lima destinasi itu sudah kita identifikasi apa saja yang masih perlu mendapat penanganan dan untuk Kota Tua Ampenan, sudah ada disiapkan Rp400 juta guna membantu penataan Kota Tua,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, untuk lima destinasi yang akan dikunjungi itu pemerintah telah menjadi perhatian khusus sejak lama.

“Apalagi, Kota Tua Ampenan telah menjadi bagian dari kerjasama eko distrik dengan Prancis, dan telah masuk pula dalam data UNESCO sebagai Kota Pusaka,” katanya.

Untuk makin memperindah wajah Ampenan, akan dicoba untuk menentukan bagian mana yang secara khusus akan disentuh mengingat keterbatasan waktu.

Misalnya Jalan Pabean yang memiliki nilai historis dan banyak bangunan tua yang masih asli, juga merupakan akses masuk ke wilayah eks pelabuhan di mana akan digelar hiburan rakyat selama empat malam pelaksanaan MTQ Nasional 2016.

“Selain Kota Tua Ampenan, pasar tradisional juga merupakan wilayah yang akan mendapat perhatian khusus,” katanya menambahkan.

Dengan waktu yang tinggal satu bulan lagi, kata Mohan tidak akan menekankan pada perbaikan infrastruktur pasar melainkan pada kebersihannya dengan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk membersihkan kawasan sekitar pasar.

Sedangkan untuk destinasi lainnya, masalah yang masih menjadi catatan juga harus diselesaikan sesegera mungkin karena keterbatasan waktu.

Agenda “city tour” dalam gelaran MTQ Nasional 2016, menurutnya, menjadi sangat penting karena tidak hanya mengenai persiapan destinasi, namun juga karena harus menyiapkan performance untuk penyambutan tamu.

Untuk itu Mohan berharap agar bisa segera dapat dilakukan cek lapangan, dengan demikian dapat pula segera dilakukan tindakan yang diperlukan.

“Kita kerja keras agar dapat memberi kesan terbaik dalam menjamu tamu-tamu kita,” ujar Mohan. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat